MEMOX.CO.ID – Universitas PGRI Jombang menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka pengukuhan tiga Guru Besar baru yang berlangsung khidmat di Gedung Natuwar. Momentum ini menjadi kian spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2026.
Ketiga guru besar baru tersebut adalah Prof. Dr. Firman, M.Pd., Prof. Dr. Nanik Sri Setyani, M.Si., dan Prof. Dr. Ninik Sudarwati, M.M. Atas pencapaian jabatan akademik tertinggi ini, Ketua PPLP PT PGRI Jombang, Siyono turut memberikan penghormatan dan apresiasi besar dalam pidato sambutannya.
Ia menekankan bahwa di balik kemuliaan gelar Guru Besar, terdapat tanggung jawab moral yang besar. Para profesor diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas di dunia pendidikan. Selasa (21/4/2026)
“Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi kami. Kehadiran tiga Guru Besar baru ini diharapkan mampu menjadi lokomotif inovasi serta magnet inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk segera menyusul meraih gelar akademik tertinggi,” ujarnya.
Suyono juga menyoroti sosok Prof. Nanik dan Prof. Ninik sebagai simbol emansipasi. Pengukuhan kedua Guru Besar perempuan ini menjadi representasi kuat dari semangat kemajuan perempuan di dunia pendidikan tinggi.
“Dengan semangat Hari Kartini, Prof. Nanik dan Prof. Ninik membuktikan bahwa dedikasi perempuan dalam dunia pendidikan adalah pilar kemajuan bangsa,” tambahnya.
Pengukuhan ini semakin memperkuat jajaran pakar di Universitas PGRI Jombang, yang kini total memiliki lima Guru Besar. Potensi pengembangan SDM kedepannya dinilai sangat positif, tercatat ada 74 dosen bergelar Doktor, dengan enam orang di antaranya sedang dalam tahap persiapan untuk mengusulkan jabatan fungsional Guru Besar.
Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Diah Sawitri menilai keunggulan Kualitas SDM sebagai aset strategis bagi perguruan tinggi menjadi modal strategis yang sangat penting bagi kemajuan perguruan tinggi.
“Hal yang paling penting di sini adalah bagaimana seorang Profesor bisa menjadi agen perubahan, jadi yang penting Profesor sebagai agen perubahan itu menjadi kekuatan sendiri untuk perguruan tingginya,” ujar Diah.
Diah Sawitri, berharap pada guru besar yang baru dilantik untuk benar-benar menerapkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, yang menitikberatkan kualitas pendidikan pada upaya mempertahankan identitas dan keunggulan daerah. (kel/fik)
