MEMOX.CO.ID – Setelah tujuh tahun lamanya warga Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang tidak mendapatkan pasokan air bersih, berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, harapan itu akhirnya terwujud.
Sebab melalui program TMMD di Desa Lebakharjo itu, TNI membangun jaringan pipanisasi sepanjang 3,7 kilometer dari sumber mata air pegunungan menuju pemukiman warga. Sehingga warga yang awalnya kesulitan terutama saat musim kemarau, kini dapat teratasi.
Mustakim, salah satu warga penerima manfaat di Desa Lebakharjo, menceritakan bahwa, sebelum adanya pipanisasi, warga sering kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
“Kalau musim kemarau, debit air dari sumber di gunung sangat kecil. Kami harus bergantian dengan warga lain untuk mengambil air. Kadang pagi-pagi sudah antre membawa jeriken,” kenang Mustakim saat ditemui setelah penutupan TMMD Kamis (6/11/2025) lalu.

Dengan adanya pipanisasi ini, ia mengaku kini lebih mudah dan lebih lancar melakukan aktivitas rumah tangga. Sebab air sudah mengalir langsung ke dapurnya berkat adanya pipanisasi. “Alhamdulillah kini air bisa langsung digunakan di rumah dan sangat membantu,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Satgas TMMD Kodim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, mengatakan bahwa, program ini menjadi wujud nyata komitmen TNI membantu rakyat terutama masyarakat yang ada di pelosok.
“Kami hadir untuk mewujudkan harapan masyarakat. Kami dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat,” katanya.
Melalui TMMD ke-126 dengan menerjunkan sekitar 300 personel ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkokoh ketahanan wilayah melalui kerja sama dan semangat gotong royong.
Lebih lanjut ia menjelaskan, anggaran yang disediakan dalam program ini sekitar Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang. Jenis kegiatannya meliputi normalisasi saluran irigasi di Dusun Lebakharjo, sepanjang 250 meter dengan lebar 2 meter.
Kemudian pemasangan kawat bronjong di Dusun Sukomaju, dengan panjang 30 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter. Lalu peningkatan saluran irigasi di Dusun Krajan, dengan panjang 124 meter, lebar 1 meter, tinggi 50 senti meter.
Selain itu juga, ada pembangunan drainase di Dusun Krajan, dengan panjang 200 meter, lebar 50 senti meter, dan tinggi 50 senti meter serta pengaspalan jalan sepanjang 450 meter. “Kami juga bangun jalan usaha tani sepanjang 220 meter. Harapannya dapat memperlancar akses petani ke lahan pertaniannya. Jalan itu kami cor,” ujarnya.
Kendati dengan demikian, kegiatan yang berlangsung sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025 ini, diharapkan berguna bagi masyarakat dan mempererat ikatan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Terpisah, Bupati Malang M Sanusi mengapresiasi program TMMD tersebut. Dengan kebersamaan membangun desa ini, diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bisa bergerak lebih maju dan sejahtera dalam membangun desa.
“Ini sangat luar biasa. Program ini telah berjalan lancar dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
“Dan juga bisa memecah agar tidak terjadi banjir ketika hujan deras,” pungkasnya.(nif/ume)






