Indeks
Hukum  

Tubuh Korban Terpisah Menjadi 6 Bagian

pembunuhan: Petugas melakukan penyelidikan. (ist)

KOTA MALANG DIGEGERKAN KASUS MUTILASI

MemoX.co.id
Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.
Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke.kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.
Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.
Pada Selasa siang Madi Chilman (49) pedagang Pasar Besar, warga Jl Aris Munandar Gang III, yang sedang berjualan di lantai 1 mencium bau menyengat. Dia kemudian naik ke lantai 2 karena mengira sumber bau tersebut dari bangkai tikus.
Karena baunya sangat menyengat, Chilman melapor ke Abdul Adhimn (52) security Pasar Besar. Keduanya kemudian naik ke lantai 2 sambil membawa cikrak. Saat naik ke lantai 2, keduanya melihat sepasang kaki di bawah tangga menuju lantai 3. Terang saja keduanya langsung kaget hingga melapor ke Polsekta Klojen.
Potongan sepasang kaki dan tangan dan kepala lokasinya berdekatan yakni dibawah tangga. Sedangkan bagian tubuh wanita tersebut ditemukan di kamar mandi yang jaraknya 5 sampai 8 meter dari tangga. Kondisi tubuh tanpa kepala, kedua kaki dan tangan ini tampak telanjang dan hanya memakai celana dalam. Tubuhnya disandarkan pada tembok toilet.
Petugas masih terus melakukan penyelidikan terkait pembunuhan ini. Ditemukan pula beberapa tulisan tangan pada tembok tangga. Tulisan tersebut sulit sekali terbaca. Namun beberapa diantaranya terbaca “Pusat ruwetmu, dimanapun berada yang kamu buat sarang ruwet 2 mu, semua terbukti jadi ruwetnya mayat dan ratusan juta mayat terbelah keranda yang dipikul pendosa. Innalillahi wainnailaihi rojiun,”.
Tentunya beberapa tulisan tersebut belum bisa dipastikan sebagai tulisan pelaku. Kini petugas masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya. Petugas juga masih mencari identitas korban. Sulit untuk dikenali karena kondisinya sudah membusuk.
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Untuk sementara 3 saksi kita minta keterangan. Korbannya perempuan. Dimutilasi menjadi 6 bagian. Kami masih melakukan penyelidikan termasuk juga 3 lembar kertas yang ditemukan di lokasi,” ujar AKBP Asfuri. (gie/jun)

—————————-blow up

Kertas dengan Tulisan Warna Merah Ditemukan di Lokasi

SECARIK kertas bertulisan tangan ditemukan di lokasi mayat dimutilasi di Pasar Besar, Kota Malang. Kertas tersebut diamankan polisi sebagai barang bukti. Ada dugaan tulisan tangan dibuat oleh pelaku.
“Ditemukan juga selembar kertas dengan tulisan tangan di TKP. Ada kalimat sedikit jelas tertulis Innalillahi,” ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/5/2019).
Asfuri mengaku, upaya mengidentifikasi kalimat di atas kertas tengah dilakukan. Harapannya, bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku. “Kami amankan sebagai barang bukti, tentunya akan dipelajari. Karena tulisannya juga tak begitu jelas,” katanya.
Pantauan detikcom, kertas yang diamankan tertulis tangan dengan tinta warna merah. Kertas itu tertempel dengan secarik koran yang dilekatkan dengan isolatif. “Pusat keruwetanmu,” begitu tulisan diawal pada kertas. Dibawahnya ada kalimat lain tertulis. “Dimanapun berada….,”.
Kalimat lain tak begitu jelas terbaca. Narasinya tak berurutan sehingga cukup membingungkan untuk dijadikan dalam rangkaian kalimat yang tersambung.
Informasi di lokasi menyebutkan, ada sejumlah kertas lain dengan tulisan di atasnya turut ditemukan di lokasi. Dugaan sementara, ada orang yang beraktivitas di lokasi sebelumnya. (dtk/jun)

Exit mobile version