Magetan, Memox.co.id – Perbukitan hijau dan sejuk menjadi ciri khas dari daerah yang satu ini. Pemandangan alam daerah pegunungan yang indah nan asri sangat memanjakan mata bagi siapa saja yang berkunjung ke Kabupaten Magetan.
Berada di bawah kaki Gunung Lawu, tak ayal membuat Kabupaten Magetan yang terletak di Provinsi Jawa Timur itu mempunyai banyak tempat wisata alam yang menawan dan eksotik. Dengan kondisi tersebut, menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Magetan selama ini.
Mengingat pentingnya sektor pariwisata, Pemkab Magetan terus berupaya untuk dapat mengembangkan potensinya itu dan menarik minat para wisatawan lokal dari luar daerah untuk berkunjung ke berbagai lokasi wisata yang ada di sana.
Sejalan dengan itu, TMMD ke-111 Magetan yang tengah berlangsung saat ini juga berupaya untuk membantu meningkatkan sektor pariwisata melalui pengecoran jalan di Desa Gonggang yang nantinya menjadi salah satu akses terdekat atau penghubung dengan Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah.
Di sekitar Desa Gonggang, Kecamatan Poncol yang menjadi lokasi dilaksanakannya TMMD terdapat banyak destinasi wisata alam yang mudah dijangkau, mulai dari Telaga Sarangan, Mojosemi Forest Park, dan Taman Wisata Genilangit.
Pentingnya sektor Pariwisata bagi Pemkab Magetan juga diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan, Joko Trihono. “Sektor pariwisata merupakan unggulan bagi PAD kami,” katanya beberapa waktu yang lalu.
Dia memberikan contoh salah satu tempat wisata yang memberikan kontribusi yang cukup besar selama ini.
“Pemkab Magetan menargetkan PAD sebesar Rp 13,9 miliar pada tahun 2021 dari Telaga Sarangan yang menjadi primadona tujuan wisata. Target ini naik dari perolehan PAD tahun 2020 yang nilainya sekitar Rp 10,5 miliar,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Namun menurutnya, target tersebut bisa berubah naik atau turun dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Akan tetapi, seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi yang sebagai upaya mempercepat penanganan Covid-19, dia juga yakin PAD Telaga Sarangan tahun ini bisa meningkat dari tahun sebelumnya. “Insya Allah meningkat,” katanya.
Tentunya dengan angka itu, sektor pariwisata sangat memiliki peran penting bagi kemajuan dan pembangunan di Magetan. Hal itu juga dibenarkan oleh Bupati Magetan, Suprawoto.
Dikatakannya, pemerintahannya saat ini sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu pendapatan potensial yang memiliki peran penting bagi kemajuan dan pembangunan di wilayahnya.
Bahkan bukan hanya itu saja, sektor pariwisata yang ada di wilayahnya juga telah dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak masyarakat kami yang mencukupi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan keberadaan berbagai tempat wisata di sekitarnya, seperti dengan berjualan makanan dan minuman, sayuran, dan berbagai suvenir kerajinan tangan,” terangnya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (29/6/2021).
“Jadi bisa dikatakan, pariwisata merupakan sumber pendapatan Pemkab Magetan dan sumber ekonomi bagi masyarakat,” bebernya.
Untuk itu dia berterima kasih dengan adanya TMMD ke-111 yang telah melakukan perbaikan akses jalan di Desa Gonggang, yang nantinya dapat menjadi salah satu akses terdekat bagi masyarakat Wonogiri untuk berkunjung ke Magetan.
“Intinya kami optimis, dengan adanya akses jalan baru yang lebih dekat nanti, akan berdampak terhadap semakin banyaknya masyarakat dari luar daerah, khususnya dari Wonogiri yang akan berkunjung ke wilayah kami,” ucapnya.
Berbagai harapan dan optimis itu juga disambut baik oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho. Dia mengungkapkan, semua itu sesuai dengan tujuan dan sasaran dari setiap gelaran TMMD.
“TMMD yang dilaksanakan ini tentunya merupakan upaya untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya saat meninjau di lokasi, Kamis (1/7/2021).
“Bisa dikatakan, TMMD ini telah mampu menyentuh pembangunan yang belum tersentuh oleh program lainnya,” imbuhnya.
Danrem juga menegaskan bahwa, TMMD yang dilaksanakan dengan semangat gotong royong merupakan wujud pengabdian TNI terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Telah terbukti dengan seiring berjalannya waktu, saat ini TMMD telah mampu menjadi program unggulan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan-pembangunan di pelosok Indonesia. (*/ono)
