“Latar belakang kami pilih Desa Landungsari sari karena ada laporan mahasiswa meninggal dunia usai pesta meras dan terlibat cekcok. Kejadian TKP nya di Karangpolso tapi mahasiswa itu tinggal di Landungsari. Kemudian laporan dari warga di daerah ini juga sering minum-minuman keras. Maka kami pilih sebagai kampung Tirto Kampung BENAR .
Sementara itu, Kepala Desa Landungsari Asyarul Khatim mengatakan, total penduduk asli kurang lebih 10.405. Sedangkan mahasiswa yang tinggal di daerahnya hampir 5 ribu lebih. Karena Landungsari memang daerah yang berada di tengah-tengah kampus. Baik itu Kampus UMM, UNITRI, UNISMA, UB, POLIMEMA, UM dan UNMER.
Baca juga: Polres Malang Pasang CCTV di Kampung Anti Narkoba
“Jadi semua provinsi ada di kampung kami. Harapannya ke depan dengan adanya Kampung BENAR Bebas dari Narkoba ini benar-benar bisa bebas,” terangnya.
Sementara itu, AKBP Arif Wicaksono Ketua Tim penilai Kampung BENAR Polda Jatim mengatakan, yang terpenting dari kegiatan ini adalah ada keberlanjutan. Tidak hanya berhenti di sini.
“Misalnya ada program ke depan, ada contact person, ada pendanaan, ada program, kemudian posko ini fungsinya apa? Sehingga harus ada sentuhan-sentuhan,” katanya.
Dari pantauan wartawan Memo X di lapangan, tim penilai juga sempat menanyakan berapa jumlah sekolah, pondok pesantren, serta sentuhan apa saja yang sudah dilakukan. “Hal itu untuk melihat keseriusan Polres Malang di kampung BENAR tersebut,” pungkasnya. (nif)






