MEMOX.CO.ID — Jalan utama Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, tepatnya di RT 28 RW 04, mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi sejak Desember 2024 hingga berlanjut pada Desember 2025. Kerusakan tersebut mengakibatkan akses warga terganggu, bahkan kendaraan roda dua kesulitan melintas.
Kondisi tersebut mendorong warga setempat untuk mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara mandiri melalui swadaya masyarakat, tanpa menggunakan Dana Desa (DD) maupun bantuan dari pemerintah desa.
Salah satu warga Desa Kembang, Alvian, menyampaikan bahwa perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut sepenuhnya dilakukan atas dasar gotong royong warga.
“Perbaikan jalan ini sama sekali tidak memakai dana desa. Ini murni swadaya masyarakat Desa Kembang. Saat pengerjaan juga tidak ada satu pun perangkat desa yang ikut membantu, termasuk kepala desa,” ujar Alvian saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya tidak bisa dilalui kendaraan dengan normal akibat tergerus banjir. “Jalan kena banjir sejak Desember 2024 sampai Desember 2025. Sekitar 200 meter kami uruk lalu dicor. Sebelumnya rusak parah, motor saja susah lewat,” jelasnya.
Alvian juga mengungkapkan, warga telah berulang kali menyampaikan kondisi jalan tersebut kepada pemerintah desa. Namun hingga lebih dari satu tahun, belum ada realisasi yang jelas.
“Kepala desa tidak merespon, hanya janji-janji saja. Sudah lebih dari setahun tidak ada kejelasan, akhirnya warga berinisiatif memperbaiki sendiri,” tambahnya.
Pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pengurukan pasir dan dilanjutkan pengecoran. Prosesnya dilakukan seminggu sekali hingga selesai, meskipun tanpa campur tangan pemerintah desa.
“Iya, pengecorannya tiap satu minggu sekali. Pertama diuruk dulu, kedua baru dicor. Dananya murni iuran warga, bukan dari dana desa,” tegas Alvian.
Sementara itu, Samsul (33), seorang pengusaha pete dan warga Desa Kembang, menjadi salah satu penggerak utama kegiatan swadaya tersebut. Ia bersama warga dan Ketua RT setempat berinisiatif mengumpulkan dana dan tenaga untuk memperbaiki jalan.
“Dana 100 persen dari warga, dikerjakan gotong royong setiap hari Jumat. Sudah dua kali dikerjakan hari Jumat, tapi sampai sekarang masih belum selesai,” kata Samsul.
Ia merinci, total anggaran yang telah digunakan mencapai Rp5 juta, yang seluruhnya berasal dari iuran masyarakat setempat.
“Untuk pasir uruk 7 truk, masing-masing Rp500 ribu, total Rp3,5 juta. Pasir halus 6 kali Rp120 ribu total Rp720 ribu. Semen 35 sak kali Rp40 ribu jadi Rp1,4 juta. Semua ini hasil murni iuran warga,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur desa, khususnya jalan utama yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.(rif/syn)
