Berita  

Suhu Wilayah Malang Terasa Dingin, BMKG Ungkap Puncaknya Agustus – September

Foto Istimewa.

MEMOX.CO.ID – Beberapa hari terakhir, sejumlah warga mengeluh suhu udara di Malang terasa dingin pada malam hingga pagi hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur (Jatim) mengaku, ini masih belum seberapa. Akan ada puncak dingin di Agustus dan September.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Pety Yuliana Sari, S.Tr, Forecaster Stasiun Klimatologi melalui sambungan telepon Selasa (25/6/2024) siang. Pety mengaku, bulan Agustus-September nanti, suhu udara bisa mencapai 16-17 derajat celcius. Hal ini disebabkan masuknya angin timuran atau monsun Australia yang kering mengalir melewati wilayah-wilayah Indonesia, sehingga membawa dingin pada malam hingga pagi hari.

“Fenomena seperti ini fenomena normal. Kalau warga menyebut sebagai bediding yang terjadi pada musim kemarau,” katanya kepada harian pagi Memo X.

“Suhu udara hari ini dari 30 hingga 17 derajat celcius. Tapi kelembaban udara 60 persen,” lanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat dihimbau agar rajin menjaga kesehatan tubuh supaya tidak dehidrasi dengan rajin meminum air putih yang cukup. Walaupun saat ini tidak merasa haus, namun harus tetap mengkonsumsi air putih.

Selain itu, saat hendak keluar ruangan, juga diupayakan menggunakan pelindung kulit seperti sunblock. Walaupun dingin, tetapi sinar radiasi ultraviolet (UV) tetap menyengat.

Kemudian, durasi kemarau diperkirakan empat sampai lima bulan. Dan tahun ini pula, diperkirakan mengalami La Nina. Berbeda dengan tahun kemarin yang mengalami fenomena El Nino.

Dampak utama dari fenomena La Nina adalah peningkatan curah hujan yang lebih panjang dan signifikan sehingga bencana hidrometeorologi rawan terjadi di pelbagai wilayah.

“Kalau tahun kemarin mengalami El Nino jadi musim kemaraunya lebih kering, dampaknya berkurangnya curah hujan, kalau tahun ini prediksinya La Nina,” pungkasnya. (nif)