Situbondo, Memox.co.id – Sesuai instruksi Bupati Situbondo, meski Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarkaat (PPKM) masih berada di level 3. sejumlah sekolah jenjang TK/PAUD, SD dan SMP mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang di mulai hari, Senin (23/8/2021).
Kepala Dinas Pendidikan Situbondo, Drs.H.Achmad Djunadi M.Si, mengatakan, PTM sebenarnya sudah lama dipersiapkan. Artinya, sejak awal seluruh sekolah diwajibkan untuk mengisi kelengkapan sebagaimana di persyaratkan dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dari Kementerian Pendidikan RI. “Jadi sekolah sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan PTM, Pembelajaran Tatap Muka ini di laksanakan mulai hari ini, 23 Agustus 2021, dan dilakukan secara terbatas,” terangnya.
- Baca juga: Kasal Laksamana TNI Yudo Margono Pantau Serbuan Vaksinasi di Pondok Pesantren Assalam Situbondo
Djunaidi menegaskan, bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melaksanakan PTM terbatas, dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, atau maksimal 16 peserta didik per kelas. Selebihnya tetap dilayani dengan Pembelajaran Jarak Jauh/Daring.
Djunaidi berharap kepala sekolah dan semua guru benar-benar mengawasi proses PTM, agar tidak terjadi penularan virus di lingkungan sekolah. “Jika ada siswa atau guru yang sakit, diminta untuk istirahat di rumah dan tidak melakukan aktivitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Situbondo, Agus Triono, menyambut baik terselenggaranya PTM, karena PTM ini sangat dirindukan oleh siswa-siswi dan orang tua. ini semata untuk mengobati kerinduan siswa-siswi yang kreatif dan mempunyai semangat belajarnya tinggi.
Kata Agus Triono, bagi siswa yang belum ikuti vaksinasi, disebabkan orang tua siswa tidak menyetujui, hal ini menjadi tugas MKKS SMPN untuk mengakomodir siswa-siswi, serta memperketat protokol kesehatan. “Jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, maka semuanya di kembalikan pada orang tuanya,” terangnya.
Pihaknya akan terus memberikan sosialisasi pada tiap-tiap sekolah tentang pentingnya vaksinasi bagi kesehatan siswa maupun siswi. “Diharapkan bagi guru untuk selalu mengedukasi siwa-siswinya, dan juga kepada siswa-siswi yang sudah di vaksin dapat memberikan pencerahan kepada teman-temannya, bahwa vaksin itu aman dan tidak berhaya,” pungkasnya. (her/mzm)






