Jember, Memox.co.id – Seorang remaja siswa SMP Negeri 12 Jember yang ditemukan terkapar di halaman Pujasera Wahid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (24/08/2022).
Korban diketahui berinisial ARP (15) warga Kecamatan Kaliwates, yang diduga dikeroyok tiga orang pemuda. Para pelaku salah satunya adalah teman korban yang juga sekolah di SMPN 12 Jember, berinisial DAF (15). Sementara itu, dua pelaku lainnya adalah siswa SMPN 5 Jember berinisial MTA (15), dan WAY (16).
Kasus pengeroyokan terhadap korban ini awalnya ramai tersebar di media sosial Facebook tentang adanya informasi penganiayaan terhadap seorang remaja. Dari viralnya informasi tersebut, anggota Polsek Kaliwates langsung mencari informasi. Didapati kondisi korban yang terkapar dan sedang mendapat perawatan di rumahnya.
“Benar tadi kami dapat informasi tentang adanya aksi penganiayaan. Korban satu orang siswa SMP, dikeroyok tiga orang pemuda. Salah satunya satu sekolah dengan korban, dua lainnya dari SMP lain,” kata Kapolsek Kaliwates Kompol Zaenuri.
Lanjutnya,dari penyelidikan awal terungkap ternyata korban dan pelaku warga Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
“Selanjutnya anggota kami ke lokasi dan mencari informasi. Antara korban dan tiga pelaku adalah warga Kecamatan Kaliwates. Selanjutnya keluarga korban akan membuat laporan ke polisi,” ujarnya.
Korban mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya usai pengeroyokan. Korban mengalami sakit pada bagian lengan akibat pukulan, sakit pada leher akibat tendangan, dan sakit pada punggung akibat sikutan. Karena penganiayaan yang dilakukan para pelaku.
Proses hukum selanjutnya akhirnya diserahkan kepada PPA Polres Jember. Penyebabnya pelaku masih berusia anak-anak. Saat ini ketiga pelaku berhasil diamankan polisi. Ketiganya akan menjalani pemeriksaan petugas. “Para pelaku sudah diamankan polisi, selanjutnya dilakukan proses penyelidikan,” imbuhnya. (ark/vin)
