Sekda Pemprov Jatim Minta Daerah Pacu Masyarakat Melek Literasi

MEMOX.CO.ID – 93 persen masyarakat Indonesia yang telah beraksara membuat Pemprov Jatim menekankan program pendidikan dan perlindungan sosial bisa berjalan selaras untuk meningkatkan persentase tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Adhy Karyono ketika dikonfirmasi oleh wartawan pasca membuka Hari Aksara Internasional di Halaman Pasar Among Tani Batu pada Rabu kemarin (22/11/2023).

“Sekarang bagaimana cara meningkatkan literasi dan masyarakat bisa beraksara yakni dengan menekan angka nikah muda dan menjamin perlindungan sosial. Karena 7 persen yang tersisa rata-rata terjadi akibat dari anak-anak yang tidak mampu sekolah karena faktor ekonomi,” katanya Rabu (22/11/2023).

Selain itu, pemkot dan pemkab juga bisa menyoroti masyarakat dengan usia 50 keatas yang juga belum mampu beraksara. Terlebih usia-usia tua biasanya terlupakan oleh program yang berhubungan dengan literasi karena dianggap telah mampu membaca dan menulis.

“Kami sendiri dari sisi Pemrov Jatim juga berupaya untuk mengubah mindset indikator penilaian bukam hanya dari lamanya masyarakat mengenyam pendidikan secara formal, namun juga bisa dinilai dalam pendidikan informal seperti pondok pesantren, mengaji, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Aries Agung Paewai menegaskan angka literasi di Jatim berada diposisi keempat dibandingkan daerah lainnya. “Pemerataan masyarakat yang memahami literasi dan beraksara memang bisa terjadi apabila terjadi penguatan dintingkat Kota dan Kabupaten,” paparnya.

Oleh sebab itu, pria yang juga menjabat sebagai Pj Walikota Batu itu saat ini ikut berupaya menekan dengan program-program keliterasian yang bisa langsung menyentuh masyarakat. Selain itu juga memberikan sosialisasi agar anak-anak di Kota Batu tidak putus sekolah dengan memberikan pengarahan pada calon pengantin ketika hendak melangsungkan pernikahan dan memperhitungkan program kehamilan. (rul)