Berita  

Satlantas Polresta Malang Larang Menggeber Kendaraan Saat Ujian Praktik SIM

MEMOX.CO.ID – Dalam rangka menambah kedisiplinan dan etika saat berkendara. Satlantas Polresta Malang Kota menerapkan larangan kepada masyarakat pemohon Surat Ijin Kendaraan (SIM) untuk tidak menggeber kendaraannya saat menjalani ujian praktik SIM, Kamis (11/07/2024)

Seperti disampaikan Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Aristianto, sejak Korlantas Polri resmi mengubah materi ujian praktik SIM kendaraan roda dua (R2)atau motor dari bentuk angka 8 menjadi huruf S.

Semua prosedur ujian praktik SIM yang ada di Satpas SIM Polresta Malang Kota semaunya telah diterapkan demi kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat pemohon SIM baik SIM C maupun SIM A,” ujarnya.

Dijelaskan juga olehnya, ada 5 materi dalam ujian praktik SIM C ini dalam satu lintasan yang berbentuk huruf ‘S’. Materi ini dirangkai sedemikian rupa merepresentasikan lintasan selayaknya di jalan raya.

“Perlu saya sampaikan dalam 1 kali tes ini ada 5 uji yang kita laksanakan. Pertama berjalan di jalan yang lurus, yang kedua bermanuver untuk u-turn, atau balik arah, kemudian gerakan letter S, dan kemudian bereaksi untuk buang ke kiri dan ke kanan.

Artinya kalau sebelumnya kita ini hanya menguji per item sepotong-potong, ini kita rangkai sedemikian rupa seperti masyarakat kalau berjalan di jalan raya,” terang Kompol Aristianto.

Pada materi kelima ada ketentuan di mana pemohon SIM tidak boleh jatuh pada lintasan ujian, bukan dipersulit, tapi ketika saat lurus, ada drempel, ya jangan jatuh,” katanya.

SOSIALISASI: Sebelum melaksanakan ujian praktik SIM petugas terlebih dahulu mensosialisasikan larangan menggeber kendaraan saat ujian praktik SIM

Materi lainnya kaki tidak boleh menginjak aspal tetap diberlakukan dan saat berhenti jangan lupa mengunakan kaki kiri.

Tidak hanya itu kami juga memberikan sosialisasi berupa himbauan kepada pemohon SIM sebelum menjalani ujian praktik SIM C untuk tidak menggeber-geber gas kendaraan.

Selain mengganggu dengan suara yang dikeluarkan, juga kurang baik karena etika dalam berlalu lintas tetap diutamakan demi kenyamanan dan keselamatan kita semua,”tuturnya.(fik)