Kota Malang, Memox.co.id – Satgas Preemtif Ops Zebra Semeru 2022 Satlantas Polresta Malang Kota melaksanakan kegiatan pemasangan rambu-rambu larangan berhenti dan parkir di depan SMA 1 dan 4 Negeri Kota Malang, Selasa (11/10/2022).
Dipimpin Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khisna didampingi Kanit Kamsel Ipda Eko Prasetiyo, pemasangan rambu larangan parkir di depan SMA Negeri 1 dan 4 yang berada di kawasan Bundaran Tugu, Kota Malang merupakan langkah tepat selain menertibkan juga membuat kawasan tugu terlihat lebih rapih dan indah.
Selain rambu larangan parkir, ada rambu larangan berhenti juga dipasang petugas di sudut barat dan timur, di mana dua titik tersebut berada di tikungan jalan. Selama ini setiap harinya dijadikan lahan parkir dadakan bagi motor milik para pelajar.
Saat dikonfirmasi Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan pihaknya bersama Dinas Perhubungan melakukan pemasangan rambu lalu lintas untuk larangan parkir serta berhenti di kawasan SMA Negeri 1, 3, dan 4.
“Kebijakan ini hasil dari rapat bersama forum lalu lintas beberapa hari yang lalu. Hari ini kita bersama Dinas Perhubungan, kemudian bersama Kepala Sekolah SMA 1, 3, dan 4 untuk pemasangan rambu. Rambu dilarang parkir serta rambu dilarang berhenti terutama di tikungan, selain memperkecil ruas jalan keberadaan lahan parkir ini mengganggu arus kendaraan yang lewat,” terangnya.
Dari pihak sekolah sendiri sudah dikonfirmasikan seperti yang dikatakan Kepala Sekolah Negeri 4 Kota Malang Khusnul Chotimah menuturkan pihaknya tak keberatan dengan adanya pemasangan rambu lalin ini. Karena sejak lama sekolah sudah memiliki tata tertib bagi pelajar tak memiliki SIM dilarang membawa kendaraan ke sekolah.
Diterapkan larangan parkir ini karena adanya keterbatasan kapasitas parkir yang dimiliki oleh sekolah. “Kami punya tatib, untuk siswa tak punya SIM dilarang parkir membawa kendaraan ke sekolah. Imbauan itu juga kami sampaikan ke orang tua, agar mengantar anaknya ke sekolah atau menyarankan agar memanfaatkan bus sekolah,” ujarnya. (fik)
