Gresik, MemoX
Jamaah calon haji (JCH) asal Indonesia yang masuk dalam daftar kuota akan berangkat tahun ini, tidak sekadar harus melunasi ongkos naik haji (ONH). Begitu juga JCH dari Kabupaten Gresik. Ada syarat baru yang harus dipenuhi CJH agar bisa mendapatkan visa haji. Syarat berupa rekam biometrik ini merupakan kebijakan Pemerintah Arab Saudi.
Terkait rekam biometrik bagi JCH Jawa Timur, hanya bisa dilakukan di rumah sakit hasil kerja sama dengan Pemerintah Aran Saudi. Diantara rumah sakit itu di RS Banyuwangi, RS Malang, dan di Surabaya.
Petugas Bidang Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Lulus mengatakan rekam biometrik tahun ini dilakukan sebelum jamaah masuk asrama haji. Rekam biometrik dilakukan lebih awal sebagai syarat pengusulan pembuatan visa haji. “Ini aturan baru yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi,” ujar Lulus.
Dikatakan oleh Lulus, bagi JCH Gresik akan dilakukan rekam biometrik di salah satu rumah sakit di Surabaya. Rumah sakit tersebut merupakan kerja sama pihak rumah sakit dengan Pemerintah Arab Saudi. “Soal biaya rekam biometrik, gratis. Yang jamaah tanggung hanya konsumsi mereka dan transportasi saja,” kata Lulus yang kembali menegaskan rekam biometrik ini merupakan aturan baru Pemerintah Arab Saudi. (mus/sgg)





