Indeks

Ratusan Taruna Siap Berkiprah di Daerah

Peserta Latsitarda Renovasi Fasum dan Penyuluhan Narkoba

Surabaya, Memo X

Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-39 digelar di empat kabupaten di Jawa Timur (Jatim). Keempat daerah tersebut antara lain Jember, Bojonegoro, Trenggalek, dan Pamekasan. Kegiatannya diikuti oleh ratusan Taruna-Taruni dan mahasiswa yang terdiri dari Akademi Militer (Akmil).

 Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Polisi (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta mahasiswa perwakilan beberapa perguruan tinggi di Jatim.  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang membuka kegiatan mengatakan, jika kegiatan ini merupakan realisasi integratif tingkat akhir. Sebelum mereka dilantik sebagai seorang perwira.

“Diharapkan dengan ini dapat memberikan pembekalan pada taruna-taruni dan mahasiswa sebagai kader masa depan. Serta dapat memupuk dan mengembangkan jiwa perjuangan dan semangat integrasi,” tegasnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (1/4/2019) siang.

Kegiatan ini, kata Hadi, dapat membantu pemerintah daerah dalam hal kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu Latsitarda berguna untuk meningkatkan kemampuan akademik dan menambah wawasan taruna-taruni meyongsong tugas masa depan yang penuh tantangan.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan kegiatan Latsitarda akan menyasar pada pembangunan fisik di empat wilayah di Jatim. Misalnya para Taruna akan membangun jalan, tempat ibadah serta perbaikan fasilitas umum. Kemudian non fisiknya para Taruna-Taruni bakal melakukan penyuluhan-penyuluhan terkait dengan bahaya narkoba.

“Setiap tahun kita mengagendakan, biasanya setiap tahun kita melaksanakan dan merencanakan wilayah mana yang disasar. Dan tahun ini kita agendakan di Jatim. Hampir setiap provinsi kita datangi untuk melaksanakan kegiatan Laksitarda ini,” terang Hadi.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh penyelenggaraan Latsitarda Nusantara ke-39 di Jatim. Pihaknya siap mendampingi dan membantu memaksimalkan seluruh program-program yang akan dilaksanakan.

Agar Latsitarda berjalan sukses, perlu dibangun koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif guna memaksimalkan hasilnya. Alasannya, Latsitarda yang dilaksanakan pada 1-15 April 2019, sangat berdekatan dengan tanggal pencoblosan Pilpres, yaitu 17 April 2019. “Saya yakin pelaksanaan Latsitarda tetap bisa berjalan maksimal dan tetap menjaga netralitas TNI-Polri,” katanya.

Menurutnya, mendekati tanggal Pilpres, tentu ada sensitivitas tertentu. Ini yang harus diantisipasi oleh para Bupati, jajaran Dandim, Polres, Danramil, dan Kapolsek, serta Camat. Koordinasi dan komunikasi akan membuat pelaksanaan Latsitarda ikut membantu terciptanya suasana yang lebih tenang dan aman di tengah masyarakat.

“Dalam implementasi di lapangan, para peserta Latsitarda juga diharapkan dapat mempelajari, memahami, dan menghormati kultur di masing-masing wilayah yang akan dikunjungi,” tandasnya. (sur/ano)

Exit mobile version