Beranda TRIDARMA EKAKARMA Prajurit Kodim 0818 Asah Kemampuan Menembak Senjata Ringan Triwulan III TA 2020

Prajurit Kodim 0818 Asah Kemampuan Menembak Senjata Ringan Triwulan III TA 2020

19
0
LATIHAN: Prajurit Kodim 0818 latihan menembak di lapangan tembak Pindad Turen.
LATIHAN: Prajurit Kodim 0818 latihan menembak di lapangan tembak Pindad Turen.

Malang, Memox.co.id – Di dalam situasi Pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Satuan Komando ke wilayahan Kodim 0818/ Malang-Batu tetap melaksanakan kegiatan rutin yakni melaksanakan kegiatan menembak senjata ringan Triwulan III TA. 2020

Di Lapangan Tembak Pindad Kecamatan Turen para prajurit Kodim 0818/Malang-Batu melaksanakan penyegaran ketrampilan dan kemampuan menembak. Dalam kegiatan ini pelaksanaannya berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini dibawah pandemi covid 19, pelaksanaannya harus mematuhi protokol kesehatan yakni antara lain mulai pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun, memakai masker dan tentunya cuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan Latbakjatri.

Jumlah pesertapun juga dibatasi sehingga dibagi pergelombang dalam pelaksananaannya, hal ini tentunya merupakan salah satu peraturan protokol kesehatan yang harus dijalankan selama pandemi covid 19, Kamis (17/19/2020).

Kapten Inf Sri Sukarmanto Danramil 0818/25 Pakis yang ditunjuk sebagai Danlat dalam kegiatan ini menyampaikan, dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, latihan menembak prajurit Kodim 0818 tetap bisa dijalankan dengan baik. Sehingga bisa memelihara keterampilan perorangan sesuai indek senjatanya masing-masing guna meningkatkan profesionalisme.

“Semua prajurit diharapkan bisa mempunyai kesamaan sikap, visi misi dan tindakan di lapangan dalam rangka mendukung tugas pokok. Yakni menjaga stabilitas keamanan di wilayah tanggung jawabnya sesuai tugas pokoknya masing-masing,” tambahnya

Dalam kegiatan menembak ini untuk Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang dilaksanakan dengan menggunakan sikap tiarap. Sedangkan jarak yang diambil adalah 100 m dengan tiga butir peluru sebagai koreksi dan 10 butir sebagai penilaian.

Sedangkan untuk Perwira dan indek pemegang pistol seperti Intel, Juru bayar dan Provost menggunakan senjata laras pendek atau pistol FN-46. Mengambil jarak 20 m dengan sikap berdiri dan menggunakan tiga butir peluru sebagai koreksi dan 10 butir sebagai penilaian.

“Meskipun ini adalah kegiatan rutin namun jangan menganggap sebagai angin lalu, setiap prajurit agar selalu menjaga faktor keamanan, dalam pembawaan senjata supaya berhati-hati dan waspada karena bila terjadi keteledoran bisa menimbulkan akibat yang fatal,” terang Kordinator menembak, Kapten Cpl Pratikno. (fik)