Indeks

PPP Ramu Strategi Bersama Putra Ponpes se-Jawa Timur

Sekjen PPP, Arwani Thomafi bersama putra pengasuh Ponpes se-Jawa Timur bersilaturahmi, Rabu (23/3/2022) (memo x/bob)

Tolak Tunda Pemilu 2024

Malang, Memo X – Bergulirnya wacana penundaan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemailu) yang mengakibatkan masa jabatan presiden berubah dari dua periode menjadi tiga periode banyak penolakan dari berbagai pihak. Bahkan, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) PPP periode 2020-2025 Arwani Thomafi juga menolak wacana penundaan Pemilu 2024 yang berimplikasi pada perpanjangan masa jabatan presiden.

“Kami (PPP) memilih untuk melaksanakan pemilu sesuai jadwal, dan konsisten mengawal amanat konstitusi dan juga mengawal semangat reformasi,” tegas pria yang akrab disapa Gus Arwani, saat ditemui awak media, Kamis (24/3/2022).

Gus Arwani menegaskan,  PPP memilih menjalankan sesuai jadwal Pemilu 2024 sudah ditetapkan, karena sudah tidak ada lagi ruang untuk perubahan.”Jadwal pemilu tetap, Pak Menkominfo, Mendagri sudah menegaskan jadwal pemilu tidak berubah,” jelasnya.

Dia pun saat ini tengah meramu strategi untuk menuju 2024. Dia meminta pendapat para putra pengurus ponpes dan ketua PPP di setiap daerah untuk kesiapan menghadapi pesta demokrasi. “Ini (pertimbangan 2024) menjadi bahan diskusi bagaimana langkah-langkah strategis yang harus dilakukan melalui PPP. Salah satunya kami memberikan ruang yang cukup di partai ini untuk oara putra pengasuh ponpes,” ujar Gus Arwani, kemarin malam di Pesantren Mahasiswa Al-Hukam Malang.

Tak hanya putra pengasuh ponpes, Gus Arwani juga meminta kepada Gus hingga para Santri untuk bisa ikut terlibat aktif di dalam pencalegan PPP. Tentunya harus terlibat secara langsung dalam membangun negeri, secara khusus di wilayah Jawa Timur.

“Partai ini lahir dari rahun para ulama kiai di pesantren, tentu harus bersama-sama melalui partai persatuan pembangunan memberikan peran yang lebih maksimal lagi,” ungkapnya. Pria yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menambahkan bahwa konsistensi politik bukan sekedar politik praktis. Akan tetapi, bisa lebih memberikan manfaat untuk banyak orang.

Dari aspirasi dan masukan para putra pengasuh ponpes, bisa menjadi sebuah pertimbangan besar. “Maka sudah seharusnya forum silaturahmi bersama para putra pengasuh pesantren menjadi sangat penting,” tutupnya. (bob/man)

Exit mobile version