Pihaknya bahkan terpaksa menambah SDM agar pengolahan sampah bisa optimal yang sebelumnya hanya membutuhkan 10 SDM namun kini bertambah menjadi 16 SDM. Mereka tidak hanya menerima sampah dari warga, melainkan juga dari kalangan usaha, seperti homestay dan mall.
Terpisah, Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai menerangkan Pemkot Batu saat ini berusaha membangun kesadaran bahwa sampah bukanlah musuh, namun benda yang bisa bernilai ekonomis bagi jika dikelola dengan baik. “Tujuan kami membangun mindset bersama agar masyarakat dan pelaku usaha mau memilah sampahnya. Saat ini RT, RW, dusun, dan desa sudah memberikan edukasi kepada warganya,” urainya.
Baca juga: Ratusan Reklame Ilegal dan Membahayakan Dibongkar Satpol PP Kota Batu
Contohnya sampah basah atau sisa makanan bisa dijadikan pakan ternak, sedangkan sampah plastik, kardus, dan sebagainya bisa digunakan untuk berbagai produk atau dijual ke Bank Sampah. Ia memperkirakan 60 persen masyarakat Kota Batu sudah melakukan pemilahan sampah dari sumbernya dan berharap persentase tersebut terus meningkat.
Selain itu, Pemkot Batu juga akan mengambil tindakan tegas terhadap orang yang membuang sampah sembarangan yakni dengan pemasangan kamera CCTV di beberapa titik. Jumlah CCTV itu ditambah melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2023 yang juga disetujui oleh DPRD Kota Batu dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk masing-masing desa/kelurahan. ”Total anggarannya sekitar Rp 11 miliar. Poin pentingnya, sampah di desa maupun kelurahan harus benar-benar terolah sampai tuntas,” tandasnya. (rul)






