Selama Oktober Kota Batu Dihantam 25 Kebakaran

ilustrasi pemadaman Karhutla
ilustrasi pemadaman Karhutla (ist)

MEMOX.CO.ID – Sepanjang musim kemarau kering di Kota Batu belum usai yang belum usai sampai saat ini membuat kota yang terkenal akn destinasi wisata tersebut dihantam 25 bencana kebakaran selama Oktober kemarin. Kebakaran tersebut didominasi oleh bencana di kawasan hutan dan lahan, bahkan yang terbaru sebidang tanah di TPU Claket Kecamatan Bumiaji tak luput dari amukan si jago merah.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan penyebab karhutla yang terjadi pada masih sama dengan karhutla-karhutla sebelumnya yakni karena keteledoran manusia yang membakar sampah, di lahan darurat kebakaran. “Kebakaran lahan itu diduga karena ada warga yang membakar serasah. Kemudian ada angin kencang, lalu api merembet hingga terkena rumpun bambu,” katanya Minggu (5/11/2023).

Baca juga: Ratusan Reklame Ilegal dan Membahayakan Dibongkar Satpol PP Kota Batu

Akibat dari kebakaran tersebut, lahan bambu seluas 1 hektare terbakar dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut mengingat BPBD dan Damkarmat Kota Batu dibantu warga dan petugas gabungan lain berhasil menjinakkan api sebelum merembet jauh. Ia mengatakan hingga di akhir Oktober 2023, karhutla pernah terjadi selama dua hari berturut-turut yakni di Kelurahan Songgokerto kawasan lahan pinus seluas 5,7 hektar terbakar.

Lebih lanjut, total karhutla sepanjang Oktober sebanyak 25 peristiwa tersebut menjadi penyumbang tertinggi angka karhutla di Kota Batu tahun ini. Sehingga pada 2023 terdapat 32 peristiwa karhutla dan menjadi yang terbanyak peristiwa karhutla sepanjang sejarah Kota Batu sebab ditahun-tahun sebelumnya, jumlah peristiwa karhutla hanya belasan saja.

Baca juga: Perlu Tindakan Kongkrit, TPS3R Berpotensi Jadi Bom Waktu

“Dari 32 peristiwa karhutla yang telah terjadi itu, karhutla di lereng Gunung Arjuno wilayah Kota Batu paling besar dampaknya. Total 907 hektar lahab hangus terbakar. Selain itu, kebakaran juga tak hanya membakar kawasan lahan dan huta. Tapi juga TPS hingga TPA Tlekung. Banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan ulah manusia. Kebanyakan, api terjadi akibat aktivitas pembakaran lahan, sampah hingga serasah secara sembarangan,” imbuhnya.

Tak sampai disitu saja, kenaikan angka karhutla ini juga dipicu oleh fenomena el nino, karena curah hujan juga sedang dalam titik terendahnya. Aktivitas pembakaran atau pembukaan lahan oleh warga setempat juga menjadi penyebab utama yang menyumbang angka karhutla di periode 2023 ini. Sehingga pihakmya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan atau membuka lahan baru di kawasan hutan termasuk saat membakar sampah agar dijaga dan tidak ditinggalkan. (rul)