Perketat Pengamanan Mako, Bunyi Telegram Kapolri Sikapi Insiden Penyerangan Simpatisan HRS

91
0
Kapolri Jenderal Idham Azis bersama Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto. (dok. Polri)
Kapolri Jenderal Idham Azis bersama Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto. (dok. Polri)

Berikut Penjelasan Lengkapnya

Jakarta, Memox.co.id – Pasca penyerangan pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) terhadap anggota Polda Metro Jaya yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan.

Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/873/XII/PAM.3.3/2020. Surat Telegram diterbitkan, Senin, (07/12/2020).

Dalam telegram tersebut, Jenderal Idham Azis memerintahkan anak buahnya mengenakan helm dan rompi antipeluru saat berjaga.

Selain itu, Idham meminta agar setiap orang yang hendak masuk ke mako, asrama, dan pos polisi diperiksa dengan metal detector.

Berikut sebelas poin perintah Kapolri yang tertuang dalam telegram tersebut. Pertama, tingkatkan PAM Mako, Pospol, asrama dan Rumkit Polri.

Agar tingkatkan kesiapsiagaan dan siapkan pasukan anti anarki Brimob yang di wilayahnya terdapat kantong-kantong pendukung dan anggota FPI.

Berikan arahan kepada seluruh anggota jaga agar mengenakan helm, rompi anti peluru dan bersenjata.

Lakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk Mako/Asrama/Pospol termasuk kendaraan dan barang bawaan dengan metal detector.

Berikan arahan kepada anggota yang melakukan pemeriksaan supaya dilindungi oleh anggota yang bersenjata.

Kepada anggota yang bertugas di lapangan agar diingatkan supaya meningkatkan kewaspadaan dan buddy system’ baik pada saat patroli maupun di pos-pos polisi.

Tingkatkan moril anggota untuk tidak gentar dalam menghadapi para pelaku kejahatan baik yang menggunakan senpi ataupun Sajam.

Berikan arahan secara jelas dan tegas kepada seluruh anggota untuk senantiasa meningkatkan keamanan dan keselamatan diri baik pada saat bertugas di Mako maupun tugas di lapangan mendasari.

Berikan pemahaman kepada anggota untuk tidak memberikan statemen apapun terkait meninggalnya 6 orang yang diduga pengikut MRS.

Pantau perkembangan Sitkamtibmas yang terjadi di Wilka, lakukan pengawasan dan pengendalian secara berjenjang.

Dan yang terakhir, tingkatkan koordinasi dengan Tomas, Toga, dan Todat setempat untuk secara aktif meningkatkan Sitkamtibmas.

Adanya telegram Kapolri yang ditandatangani oleh Asops Kapolri itu dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono.

“Iya benar, TR dari Kapolri yang ditandatangani oleh Asops Kapolri. Sebagai bentuk arahan Mabes Polri ke jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menyikapi perkembangan situasi terkini,” ungkapnya. (*/fik)