Pengadaan Lahan, Bantuan KIP Menjadi Keluhan Warga Bakalankrajan

Pengadaan Lahan Bantuan KIP Menjadi Keluhan Warga Bakalankrajan
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat Dalam Kegiatan Ngombe Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (memo x/fat)

MEMOX.CO.ID – Kegiatan Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) yang rutin digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kali ini di gelar di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (27/02/2024).

Melalui program Ngombe yang ke-6 ini, warga menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar dapat membuka taman hijau terbuka di Kawasan Bakalankrajan. Kemudian isu lainnya terkait dengan Bantuan KIP dan PKH.

Warga Bakalankrajan juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Malang agar dapat memfasilitasi lahan untuk digunakan taman hijau terbuka di masing-masing tiap RW. Karena untuk membuka taman hijau terbuka, terkendala pada ketersediaan lahan.

Rencananya taman terbuka ini akan ada tanaman hidroponik, berbagai macam kuliner, kemudian bioflok ikan Nila, karena kawasan tersebut terkenal dengan budidaya ikan nila. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, untuk pengadaan lahan taman hijau akan diupayakan. Akan terdapat persyaratan-persyaratan yang harus di penuhi terkait dengan pengajuannya, apakah lahan tersebut atas nama pribadi atau kelompok masyarakat.

“Nanti akan dimanfaatkan, itu bisa saja. Tapi yang jelas harus ada persyaratan yang harus dipenuhi. Apakah itu atas nama pribadi, kelompok masyarakat, itu harus jelas. Dan pengelolaannya seperti apa itu harus jelas. Jangan sampai setelah kami berikan kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal yang lain,” ujarnya.

Pada pertemuan Ngombe ini disampaikan langsung oleh petugas pendamping PKH atau tenaga penyalur bantuan sosial terkait pengajuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anaknya yang tidak dapat mengajukan. Hal ini dikarenakan honor dari petugas pendamping PKH setiap bulan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Terkait petugas pendamping PKH yang selama ini sudah berjuang untuk masyarakat. Tapi pihak keluarganya sendiri belum bisa terfasilitasi. Ini termasuk hal-hal yang menurut saya patut diperhatikan, terutama yang PKH itu. Memang dia selama ini berjuang, tetapi untuk keluarganya sendiri mereka juga membutuhkan. Nah ini yang akan kami fasilitasi,” ucapnya.

Agar petugas pendamping PKH ini dapat terfasilitasi kebutuhannya, Pemerintah Kota Malang mencari solusi yaitu dengan memberikan beasiswa kepada anak-anaknya melalui Kesra. Karena bantuan melalui Kesra ini diperuntukkan untuk SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi.

“Tapi yang jelas kami mencari solusi, salah satunya kami akan memberikan beasiswa melalui Kesra. Karena di Kesra ada beasiswa yang memang untuk SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Tapi dengan persyaratan-persyaratan,” pungkas Wahyu. (fat/man)