“Satgas anti bully itu fungsinya untuk anti bully, tidak hanya semata-mata untuk mengawasi anak-anak. Intinya tugas satgas tadi untuk mengawasi, mengajak teman-temannya beribadah bersama. Kalau mulainya ada di beberapa sekolah. Ada di SMPN 10, di sekolah pinggiran mayoritas masyarakatnya adalah rentan. Isinya guru sebagai controlling tapi satgasnya adalah siswa. Harapan minimal mereka punya kegiatan yang positif untuk anak-anak kita,” ungkap Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana
Jana menambahkan ada tiga tips mencegah bullying yang diungkapkan Suwarjana yaitu anak harus diperhatikan, dan hindari sendirian, bila iya, didekati. Kedua, tidak boleh bergurau keterlaluan dan saling tegur sapa. Tentu ini cara penguatan di sekolah untuk mencegah bullying dilakukan yang mendukung Kota Layak Anak.
“Merdeka belajar juga menjadi fondasi bahwa anak belajar apa, tidak harus disamakan. Harus disesuaikan karena anak punya talenta lain guna dukung Kota Layak Anak,” jelasnya. (wdy/man)






