MEMOX.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat sektor pertanian dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan kawasan Perhutani bersama kelompok Lembaga Desa Hutan (LDH), di pendopo Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (8/7/2026)
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan. Pada 2026, luas pemanfaatan lahan ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 hektare.
“Berbagai program yang kami perjuangkan ke Kementerian Pertanian telah terealisasi dan manfaatnya mulai dirasakan petani. Harapannya produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat,” ujar Mulyadi.
Selain pemanfaatan kawasan hutan, Bondowoso juga memperoleh dukungan pengembangan kopi seluas 1.700 hektare, perluasan tanaman tebu 2.350 hektare, bantuan benih, sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan irigasi perpompaan, serta pengembangan pertanian organik.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbahul Munir, menjelaskan pihaknya menandatangani PKS pemanfaatan kawasan hutan seluas 343 hektare yang melibatkan 141 peserta. Program tersebut memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat memanfaatkan kawasan hutan sesuai aturan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” kata Munir.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tebu agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Potensi kopi dan tebu Bondowoso harus naik kelas melalui hilirisasi, modernisasi pengelolaan, dan kemitraan sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Pemkab Bondowoso juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, Perhutani, dan kelompok masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan petani, serta pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(rif/syn)
