Indeks

Aspal Sudah Dikeruk, Papan Proyek Nihil! Pengerjaan Jalan Menuju Kawah Wurung Tak Jelas

Aspal Sudah Dikeruk, Papan Proyek Nihil! Pengerjaan Jalan Menuju Kawah Wurung Tak Jelas
Kondisi perbaikan di jalan ruas Margahayu-Curah Macan hingga kawasan wisata Kawah Wurung, tanpa menggunakan papan informasi Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Minggu, 24 Oktober 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Pengerjaan perbaikan jalan di ruas Margahayu-Curah Macan hingga kawasan wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, dikeluhkan warga. Proyek yang menjadi akses utama aktivitas PT Medco Cahaya Gheotermal (MCG) sekaligus jalur wisata tersebut terhenti hampir satu bulan tanpa kejelasan.

Kondisi jalan yang telah dikeruk di sejumlah titik kini menyisakan material batu dan kerikil yang berserakan di badan jalan. Selain itu, tidak ditemukan papan informasi proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, sehingga pekerjaan tersebut terkesan seperti “proyek siluman”. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat melintasi tanjakan yang berpotensi licin dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Kepala Desa Kalianyar, M. Fauzi, mengaku resah dengan terhentinya pengerjaan tersebut. Ia khawatir kondisi jalan yang belum tuntas diperbaiki dapat memicu kecelakaan, terlebih jalur itu masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

“Di jalur Margahayu-C. Macan hingga ke Kawu yang merupakan jalur utama PT MCG sekaligus jalur wisata, sempat ada pembangunan jalan. Namun sudah hampir satu bulan kok terkesan dihentikan ya,” ujar M. Fauzi dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, penggalian aspal di kawasan permukiman yang belum dilanjutkan membuat kondisi jalan semakin memprihatinkan. Material yang berserakan menjadi persoalan bagi pengendara yang melintas.

“Bahkan yang jalur melintasi pemukiman, aspalnya sempat digali dan saat ini dihentikan dalam kondisi bahan material berserakan,” imbuhnya.

Selain mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan, Fauzi juga menyebut terhentinya proyek tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian warga bahkan mengira pembangunan jalan itu merupakan proyek desa yang terhenti karena kehabisan anggaran.

“Ada sebagian warga berpikir itu proyek desa dan uangnya sudah habis. Jadi ada hal yang perlu diluruskan untuk menghindari kesalahpahaman warga,” tegasnya.

Ia berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai penyebab terhentinya pekerjaan agar pemerintah desa dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

“Sekaligus saya juga perlu penjelasan hal apa yang menjadi kendala terhentinya pengerjaan dua ruas jalan tersebut, setidaknya saya bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan warga masyarakat,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Sumber Daya Air dan Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Anshori, menjelaskan proyek perbaikan jalan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bondowoso, tepatnya dari bonus produksi Medco Cahaya Gheotermal.

Nilai anggaran proyek tersebut sekitar Rp900 juta dengan pekerjaan ruas Plalanganan-Curah Macan sepanjang kurang lebih 300 meter.

Anshori menyebut penghentian sementara pekerjaan bukan karena anggaran habis, melainkan penyedia jasa masih menunggu pasokan aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP).

“Kemarin sudah tak panggil penyedianya. Segera dikerjakan, gitu saya. Karena AMPnya ngambil juga dari selatan. Jadi nunggu aspal,” pungkasnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat berharap pengerjaan segera dilanjutkan agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui, khususnya bagi warga setempat, pengguna akses operasional perusahaan, serta wisatawan yang menuju Kawah Wurung.(rif/syn)

Exit mobile version