Oknum Anggota DPRD Kab Blitar Dilaporkan IPHI ke Polisi

134
0
Beberapa akun di medsos yang akan dilaporkan Dewan Kehormatan IPHI Pusat ke Cyber Polda Jatim.
Beberapa akun di medsos yang akan dilaporkan Dewan Kehormatan IPHI Pusat ke Cyber Polda Jatim.

Diduga Lakukan Black Campaign di Medsos

Blitar, Memox.co.id – Oknum anggota DPRD Kabupaten Blitar akan dilaporkan Dewan Kehormatan Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Pusat ke Polisi.

Dia dilaporkan lantaran status di akun media sosial (medsos) miliknya diduga melakukan black campaign atau kampanye hitam. Yaitu diduga menyerang Ketua Umum IPHI, Rahmat Santoso.

Ketua Dewan Kehormatan IPHI Pusat, Abdul Malik mengatakan, pihaknya menyangkan adanya berita beredar di Kabupaten Blitar yang disebar melalui medsos, menjurus kepada personal kepada Ketua Umum IPHI, Rahmat Santoso yang kini maju sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Blitar.

“Sesuai hasil kajian hukum dari IPHI, kami perlu menyikapi unggahan tersebut,” kata Abdul Malik, Selasa (1/12/2020).

Abdul Malik memaparkan, atas unggahan oknum anggota DPRD Kabupaten Blitar di medsosnya, pihak IPHI merasa perlu memberikan pemahaman, sekaligus pembelajaran baik kepada masyarakat Kabupaten Blitar, maupun kepada pemilik akun yang menyebarkan berita dan tulisan menyerang Ketua Umum IPHI, baik di Facebook, Instagram maupun Tweeter.

“Dalam hukum pidana menganut azas barang siapa atau person to person. Misal, kalau anaknya terkena kasus hukum, tidak bisa bapak-ibunya juga dikatakan terkena (terlibat). Ini yang harus dipahami. Jadi dalam kasus yang menimpa Pak Nurhadi (mantan sekretaris MA), pak Rahmat Santoso tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut,” papar Malik.

Lebih lanjut Malik menadaskan, setelah IPHI melakukan kajian terkait unggahan tersebut, maka pihaknya perlu mengambil sikap. Dewan Kehormatan IPHI, tidak bisa menerima ketika Ketua Umumnya diserang dan dirugikan oleh adanya pemberitaan tersebut.

“Kasusnya memang sedang berjalan, tetapi berita yang disebar sudah terjadi beberapa bulan lalu. Serta dengan jelas menyebut nama Rahmat Santoso, yang melekat sebagai Ketua Umum IPHI. Kami sebagai orang tua (Dewan Kehormatan IPHI) tidak terima, kalau anaknya dibeginikan,” jelasnya.

Malik menduga, bahwa ada kelompok yang sengaja ingin menjatuhkan Rahmat Santoso, serta membuat gesekan dalam Pilkada di Kabupaten Blitar.

“Ini ada sekitar 6 akun yang akan kami laporkan ke Cyber Polda Jatim besok, Rabu (2/12/2020). Termasuk salah satunya akun milik oknum anggota DPRD Kabupaten Blitar,” tandasnya.

Malik juga menyayangkan, adanya ulasan dari salah satu pengamat politik di Blitar. Yang seharusnya tidak boleh memihak kepada salah satu calon.

“Terkait ini, biar nanti pihak kepolisian yang akan memilah, mana yang bisa diproses,” ujar Malik.

Ketua Dewan Kehormatan IPHI Pusat menegaskan, bahwa langkah IPHI ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada di Kabupaten Blitar, namun untuk meluruskan dari sisi hukum.

“Dalam kasus Nurhadi, ada beberapa tersangka dan terdakwa lain, namun kenapa yang diserang Pak Rahmat Santoso, ada motivasi apa?,” pungkasnya. (jar)