MEMOX.CO.ID – Sejak dirinya dipercaya menjabat Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota menggantikan Kompol Harjanto Mukti Eko Utomo, 6 Januari 2025, berbagai prestasi khususnya ungkap kasus narkotika jenis ganja berhasil diungkap Kompol Daky Dzul Qornain yang kini menjabat Kabag Ops Polres Trenggalek, Minggu (31/05/26).
Dari catatan di media sosial mantan Kapolsek Krian Polresta Sidoarjo sejak pertengahan pada tahun 2025 hingga Mei 2026 berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja seberat 56,6 kg.
Dalam artian torehan ungkap kasus narkotika baik kualitas dan kuantitas sampai dengan Mei 2026 meningkat.
Pada tahun 2025 berhasil mengamankan 31, 33 kg ganja sedangkan pada Januari hingga Mei 2026 berhasil mengamankan 25,27 kg ganja.
Selama menjabat Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota yang kini digantikan oleh Kompol Hendro Triwahyono mencatatkan performa paling menonjol dalam Rakernis dan Analisis Evaluasi (Anev) Ditresnarkoba Polda Jatim tahun 2025.
Tidak tanggung-tanggung, satuan ini menyabet empat penghargaan sekaligus, menjadikannya salah satu jajaran dengan capaian tertinggi di antara polres lainnya di wilayah Jawa Timur.
Empat penghargaan tersebut yakni meraih peringkat I Kelompok A Operasi Tumpas Semeru 2025, peringkat I Pengungkapan Barang Bukti Okerbaya Terbanyak Operasi Tumpas Semeru 2025.
Dan, peringkat I Pengungkapan Okerbaya Terbanyak Januari–November 2025 serta peringkat III Kelompok A Pengungkapan Kasus Januari–November 2025.
Saat dikonfirmasi pria penyuka olahraga badminton ini mengaku kalau dirinya akan selalu mengingat dan menerapkan apa yang telah menjadi arahan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana selama bertugas di Mapolresta Malang Kota.
“Yakni selalu mengingatkan agar seluruh personel terus menjaga semangat evaluasi, keterbukaan, serta ketelitian dalam pelaksanaan tugas.
Termasuk hal-hal yang paling kecil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat , dengan membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan baik dengan seluruh lapisan masyarakat.
Semua ini sebagai bekal menghadapi dinamika kamtibmas yang terus berkembang.Jangan sampai kesalahan kecil menjadi kebiasaan yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” ungkapnya.(fik)






