Jember, Memox.co.id – Seorang pria berpakaian loreng lengkap dengan menyarungkan pistol dipinggang, pisau sangkur, dan bersepatu militer, diamankan 3 anggota TNI dari Koramil 0824/20 Gumukmas, Kamis (26/8/2021) siang.
Pria yang diketahui bernama Agus Kurniawan (49), warga Dusun Ponjen Lor, Desa Kencong, Kecamatan Kencong itu, diamankan tiga anggota TNI karena gerak geriknya dinilai mencurigakan.
Pasalnya Agus melintas mengendarai motor Suzuki Smash warna Biru Hitam bernopol P 3031 PU dengan mengebut saat melewati tiga orang anggota TNI yang sedang patroli rutin. Ketiga anggota TNI itu diantaranya, Peltu Erman, Serma Toha dan Serda Rois.
Saat diamankan di pinggir jalan, Agus pun tidak bisa menjawab saat ditanya anggota dari kesatuan mana. Bahkan jawabannya dinilai berbelit-belit.
“Kami kaget tadi, ngebut dan kita kejar ke arah timur. Didekati malah ngebut memacu kendaraannya. Saat di pinggiran jalan dekat pemakaman Cina, berhasil kami amankan. Nah saat itu kecurigaan kita bertambah. Karena saat dibuka jok motornya. Ada 5 Amunisi Kaliber 5,56, yakni peluru jenis senjata SS-1, senjata pistol dan juga (pisau) sangkur,” kata Serda Rois saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Karena mencurigakan, lanjutnya, Agus pun diamankan ke Mapolsek Gumukmas. “Untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Tapi karena tidak jelas kesatuan mana. Pelaku ini kami anggap sebagai tentara gadungan,” katanya.
Saat diamankan di Mapolsek Gumukmas, dari penyelidikan awal polisi. Agus dinilai sebagai orang yang mengalami stres. Karena saat diamankan bicaranya suka ngelantur dan berbelit-belit.
“Kita lakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan kita dapat titik terang yang bersangkutan adalah warga kecamatan kencong bernama Agus Kurniawan dan pak Kasun juga datang dan menuturkan jika memang yang bersangkutan tersebut kurang sehat pemikirannya (orang stres),” kata Kanit Reskrim Mapolsek Gumukmas, Aiptu Amin Shahril.
Dari penyelidikan polisi, lanjut Amin, segala kelengkapan dan seragam loreng TNI yang didapat dari pemberian orang. “Katanya dari seorang warga di Ambulu. Senjatanya (pistol) itu mainan, pisau sangkur itu untuk kegiatan pramuka. Untuk amunisi juga diberi,” katanya. (ark/tog/mzm)






