Pamekasan, Memox.co.id – Pendataan bantuan sosial dari pemerintah patut dipertanyakan. Sebab, masih banyak warga yang tidak tersentuh bantuan.Seperti halnya Saedah (54) puna (65) dan pusani (70) Meraka semua janda lanjut usia (lansia) yang tinggal di Dusun Lebak barat, Desa Tolonto raja, Kecamatan paesean, Kabupaten Pamekasan, Selasa (30/8/22). Kondisinya sangat memprihatinkan.
Bahkan ada yang hidup bersama anak yatim piatu di rumah yang tidak layak huni. Mereka juga yang mengalami stroke dan ada yang tidak normal penglihatannya, setelah pisah dengan suaminya sejak tahun lalu.
Pantauan wartawan Koran Harian Memo X kondisi rumahnya sungguh memprihatinkan. Rumah yang sudah dimakan usia ini berukuran sekitar 4×4 meter. Rumah beratapkan genting sudah bocor dan berdinding geribik yang sudah lapuk, seolah tidak terlihat karena terhimpit rumah warga yang berkecukupan. Mirisnya, janda lansia menempati rumah tidak layak tersebut, tidak menarik perhatian beberapa pejabat.
Saedah mengaku tidak menerima beberapa program dari Kementerian Sosial (Kemensos) seperti PKH dan BPNT. Padahal, pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM), sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 itu telah dilaksanakan pemerintah Indonesia. Namun tak satupun yang singgah ke rumahnya. “Tidak, tidak pernah dapet, tidak pernah dikasih. Kapan pernah ngasih saya” ungkap Saedeh, (30/8)
Dirinya sangat mengharapkan bantuan tersebut bisa diterima sebagaimana yang telah dinikmati sejumlah warga yang lain. yang mendapatkan bantuan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Saedeh. puna dan pusani mengandalkan welas asih dari para tetangga yang keadaannya berkecukupan.
“Namun di dekat sekitar rumahnya juga banyak yang tidak mampu sehingga mereka tidak dapat mengandalkan para tetangga saja
Kepala Desa tlonto raja. Saiful bahri saat dimintai keterangan terkait adanya fakir miskin di desanya yang sama sekali tidak tersentuh bantuan apa-apa. Saiful Bahri mengatakan bahwa yang bersangkutan masih belum mempunyai dokumen seperti kk dan KTP
saat ditanyakan langsung ke Saedeh terkait dokumen kependudukan ternyata saedeh memiliki Kk dan fotokopi KTP. mereka berharap pemerintah bisa membangun rumah sederhana, minimal di rehap agar saya bisa menjalani sisa hidup dengan tenang,” tandasnya.
