Pamekasan, Memox.co.id – Pasca pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura pada, 14 sampai 17 agustus 2022 lalu, diduga ada pungutan liar (PUNGLI) oleh oknum panitia. Adanya pungli tersebut mengakibatkan para mahasiswa melakukan aksi ke gudung rektorat, selasa (30-08-2022).
Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Merdeka (GMM) menerangkan, kalau para mahasiswa baru Yang mengikuti PBAK dimintai uang sebesar 100 ribu rupiah. Bahkan, ada yang meminta uang 110 ribu hingga 150 ribu oleh para panitia pendamping kelompok tersebut.
Dikatakan oleh korlap aksi Ali Rofiq Bahwa PBAK dijadikan lahan bisnis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan dalih iyuran atau sumbangan sehingga hal itu merupakan tindak criminal yang tidak perlu dilakukan terhadap mahasiswa.
“Oknum itu yang terlibat dalam PBAK itu semua yang terlibat dalam pungli baik dari dosen, mahsiswa hingga ormawa, yang itu merupakan perbuatan melawan hokum yang di rencanakan.
Diketahui dari jumlah mahasiswa baru sebanyak 1.700. sehingga dapat di simpulkan pendapatan dari hasil PUNGLI tersebut kurang lebih 170 juta yang di alokasikan dengan dalih sebagai perlengkapan untuk mahasiswa baru.
“Dari pungli itu sudah jelas kalau pbak di jadikan lahan bisnis oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab, jadi kinerja dosen sebagai kontroling itu tidak ada. Karena tidak ada pemeriksaan ataupun pencegatan dengan adanya pungli tersebut,” ungkapnya.
Senada dengan itu, mahasiswa yang berinisial, A Y prodi pendidikan agama islam mengatakan kalau permintaan uang tersbut dengan dalih untuk membeli beberapa kebutuhan PBAK, salah satunya topi, kokat, dan lain sebaginya. Yang tidak masuk akal.
“Kami dimintai uang katanya untuk beli beberapa bahan PBAK dan itupun kalu dijumlah sekitar mengahabiskan biaya 30 ribu saja,” terangnya saat di wawancara.
Sementara itu ketua panitia PBAK Muhammad Sa’ie menyampaikan kalau penyelenggaran PBAK tidak di pungut biaya sepeserpun. Dirinya juga mengatakan tidak tahu kalau ternyata ada pungutan liar yang dilakukan oleh panitia.
“tidak ada pemungutan sepeserpun, Saya itu tidak tahu kalau ternyata ada kejadian semacam itu. Dan kami tidak pernah mengintruksikan untuk melakukan tagihan karena itu memang tidak diperbolehkan. Terangnya. (Udi/Srd)
