Bisnis  

Menjelang Iduladha, Pedagang Kambing di Malang Mengeluh Sepi Pembeli

Menjelang Iduladha, Pedagang Kambing di Malang Mengeluh Sepi Pembeli
Penjual memasukkan kambingnya ke dalam mobil. (Foto:nif)

MEMOX.CO.ID – Tinggal menghitung hari Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah atau 2024 segera tiba. Namun penjual hewan kurban khususnya kambing di Kabupaten Malang mengeluh sepi pembeli.

Salah satunya terpantau di stand penyedia hewan kurban di Pasar Hewan Kepanjen Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Walaupun terdapat ratusan lebih kambing kurban yang siap dijual untuk warga yang membutuhkan dengan harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta rupiah per ekor, tergantung pada ukuran dan kondisinya. Tetapi pembeli hanya bisa dihitung dengan jari.

“Sekarang masih dingin-dinginnya. Belum memanas. Pembeli menurun,” kata Admadji, salahsatu penjual saat ditemui di pasar hewan Kepanjen, Jumat (14/6/2024).

Padahal, walaupun tahun lalu marak penyakit pada hewan, tetapi pembeli kala itu masih tinggi. Tahun ini justru malah menurun. Penurunannya sekitar 40 persen.

“Kita bertiga bawa 26 kambing tidak laku mungkin laku enam,” katanya.

“Untuk saya sendiri, hanya bawa tiga ekor, tidak laku juga,” lanjutnya.

Penurunan minat warga berkurban dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya berbarengan dengan musim pendaftaran anak sekolah. Biaya masuk dan biaya gedung sekolah yang tinggi dimungkinkan menjadi penyebab.

Admadji menambahkan, selain mengeluh sepi pembeli, harga kambing belakangan ini mengalami penurunan harga. Dari sebelumnya seharga Rp2 juta misalnya, saat ini menjadi Rp1,6 juta sampai Rp1,7 juta.

“Saya jual di wilayah Malang. Mulai Kepanjen, Gondanglegi, Sumberpucung, dan Donomulyo,” katanya.

Tidak hanya Admadji, Sulton warga Kalipare juga mengeluhkan hal yang sama. Katanya, tahun lalu setiap pasaran membawa sekitar 23 ekor dan laku 10 ekor. Tahun ini baru laku lima ekor.

“Harganya hari ini juga turun. Karena pembelinya juga menurun,” pungkasnya. (nif/syn)