MEMOX.CO.ID – Usai keluar dari ruang penyidik, Venna Melinda bersama kedua puteranya menemui awak media, Kamis (12/1/2023) sore. Ia mengungkapkan, KDRT yang dialaminya dikarenakan ia tak menuruti permintaan Ferry Irawan yang minta berhubungan badan.
“Jadi ketika berangkat dari Jakarta ke Kota Kediri, saya sakit lambung. Perut sakit. Abi, panggilan saya ke Mas Ferry, pas di hotel minta (berhubungan badan), tapi saya belum bisa. Karena saya punya sakit lambung. Bahkan Abi juga tahu pas dari Jakarta saya sudah sering minum obat,” terang Venna usai diperiksa di Mapolda Jatim, Kamis (12/1/2023).
Saat tidak dikasih itulah, Ferry kemudian mengamuk. Ferry lantas mendekap Venna dan membenturkan keningnya ke hidung Venna sampai bercucuran darah. “Saya juga dibentak-dibentak. Sempat dipiting juga. Sampai tulung rusuk hidung saya patah,” katanya.
Venna menambahkan, selama mengarungi bahtera rumah tangga sekitar 9 bulan ini, ia kerap diperlakukan kasar oleh Ferry.
“Yang kemarin itu saya sudah tidak kuat lagi. Karena sudah keterlaluan, kelewat batas. Akhirnya saya memilih membuat laporan ini,” jelasnya. “Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran, pengalaman bagi saya. Supaya ke depan agar tidak sembarang memilih pasangan. Saya sudah pernah gagal. Inginnya ini yang terakhir. Tapi Allah berkata lain.
Terimakasih banyak ya supportnya teman-teman. Hatur nuhun,” pungkasnya. Hari ini (Kamis) siang, sejak masuk sekira pukul 10.00 sampai 13.30 WIB, Venna Melinda, didampingi Hotman Paris Hutapea menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit IV Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim. Mantan anggota DPR RI ini mendapatkan 67 pertanyaan.
“Yang dilaporkan oleh Ibu Venna ini, bukan hanya kejadian KDRT tanggal 8 Januari. Ternyata dia sudah mengalami psikis maupun fisik dan tiga bulan ini sudah depresi, dan salah satu modus cara yang sering dilakukan adalah dipiting dan dibekap,” kata Hotman Paris, usai mendampingi kliennya saat jalani pemeriksaan tambahan, Kamis (12/1/2023). Lebih jauh dijelaskan, selain dipiting dan dibekap juga ditindi dari atas dan kepala ditekan ke pangkal hidung yang menyebabkan hidung kliennya keluar darah. (iki/ono)
