MEMOX.CO.ID – Tim Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengecekan data Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 08 Kelurahan Kedungasem Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Lokasi ini diusulkan mendapat kategori sertifkat utama tahun 2023.
Program yang memadukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melibatkan peran aktif masyarakat bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi serta lembaga non-pemerintah lainnya. Dalam pelaksanaannya, KLKH menggandeng langsung pemerintah daerah sebagai eksekutor dan masyarakat umum sebagai partisipan aktif.
“Proklim merupakan upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Retno Wandansari, Rabu (23/08/2023).

Retno Wandansari menyebut, dipilihnya RW 8 Kelurahan Kedung Asem sebagai lokasi Kampung Proklim, dikarenakan turut mendukung adanya kegiatan perubahan iklim dengan ragam gebrakan inovasinya. Seperti adanya biogas, keberadaan pabrik tahu yang cukup besar, produk daur ulang, KRPL dengan pemanfaatan lahan kosong, 2 IPAL umum, bank sampah yang dikelola dengan baik, dan sebagainya.
“Harapannya kegiatan verifikasi Proklim ini mendapatkan hasil yang maksimal sesuai apa yang kita harapkan yaitu mendapatkan predikat Proklim Sertifikat Utama,”tandasnya.
Di sisi lain, Kelurahan Kedung Asem sendiri menjadi satu-satunya perwakilan Kota Probolinggo masuk nominasi bersama Kelurahan Triwung Kidul Kecamatan Kademangan, Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran dan Kelurahan Jrebeng Wetan Kecamatan Kedopok.
“Dari empat kelurahan yang diusulkan ikut Proklim, yang lolos dan masuk nominasi hanya Kelurahan Kedung Asem,” ucap Retno Wandansari.






