Mantan Walikota Batu ‘Khawatir’ Perkara Pasar, Pj Aktif di Sosmed Hingga Sampah Kota Batu

Mantan Walikota Batu Dewanti Rumpoko
Mantan Walikota Batu Dewanti Rumpoko (ist)

Tak hanya itu saja, ia juga berpendapat bahwa pejabat (Pj) seharusnya tidak bersikap sebagai pejabat publik politis dan harusnya mengutamakan layanan kepada masyarakat. Ia juga mengatakan, Pj tidak perlu banyak melakukan aktualisasi diri di media sosial ketika di internal pemerintahannya sendiri masih belum tertata baik.

“Pj itu betul-betul satu. Tetap memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Jangan sampai Pj seperti pejabat publik politis. Kenapa saya bilang begini, karena saya melihat ada yang mengedepankan performa di luar, senang menampilkan diri di medsos, tetapi tidak menampilkan itu secara baik dan benar di dalam. Saya kira, organisasi sipil maupun legislatif bisa mencermati agar Pj yang ditunjuk bisa melaksanakan program. Apalagi juga ada program yang dipersiapkan sampai 2026. itu adalah rambu-rambu yang harus dilakukan oleh Pj. Jangan khawatir tidak terjadi kesinambungan. Sekarang ini, yang namanya Pj itu menjadi pekerjaan baru yang sangat direbutkan oleh semua pihak. Di Kota Batu, saya doakan baik-baik saja. Saya agak kesulitan belakangan ini karena banyak masyarakat yang mengadu di medsos ke saya. Aduannya kecil-kecil, lalu saya ambil tangkapan layar dan saya kirim ke kepala dinas. Kalau langsung ke Pak Pj, saya tidak berani,” ujarnya.

Baca juga: Pembakaran Sampah Sembarangan Berpotensi Sumbang Kenaikan Penderita ISPA Kota Batu

Tak hanya itu saja, pengelolaan sampah yang terjadi saat ini juga tidak luput dari pandangan wanita yang akrab disapa Bude tersebut. Ia mengatakan, tiga bulan sebelum dirinya selesai penjabat sudah ada indikator nol sampah di Kota Batu. Namun kondisi saat ini berbeda yakni terdapat konflik antara pemerintah dengan warga sehingga penggunaan TPA Tlekung tidak maskimal yang berdampak pada penutupan dan banyak masyarakat membakar sampah di dekat rumah masing-masing. “Kalau saya lihat di aplikasi, pagi hari Kota Batu itu sudah merah. Padahal Kota Batu itu kota pariwisata. Orang datang ke Kota Batu karena iklim dan udaranya yang sejuk. Saya tidak tahu kenapa sampai seperti ini,” tandasnya. (rul)