MEMOX.CO.ID – MAN 2 Kota Malang Senin (15/9/3/25) mendapat kunjungan dari MAN Kabupaten Lumajang sebagai madrasah rujukan dalam tata kelola pendidikan terutama dalam pencapaian prestasi dan inovasi.
Perlu diketahui MAN 2 Kota Malang telah berhasil menjadi destinasi studi tiru mulai dari aspek pengelolaan yang unggul dan sistematis, mulai dari transparansi komite, inovasi olimpiade, hingga penguatan zona integritas.
Sehingga MAN 2 Kota Malang dipilih sebagai destinasi studi tiru oleh rombongan MAN Kabupaten Lumajang belum lama ini.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., MH, menilai kunjungan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar madrasah.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari komitmen pada zona integritas serta sinergi yang sehat.
“Harapan kami, pengalaman yang kami serap di MAN 2 Kota Malang dapat menjadi bekal untuk diterapkan di Lumajang. Apalagi madrasah ini sudah lebih dulu menunjukkan capaian prestasi dan inovasi, sehingga layak dijadikan rujukan,” tutur Faisol.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan madrasah bukan hanya pada capaian akademik siswa, tetapi juga pada sistem yang dibangun secara berkelanjutan.
Program unggulan seperti Madu Manja (MAN 2 Menjelajah Dunia) menjadi wujud dari visi internasionalisasi madrasah, sedangkan jargon “Juara Prima” menjadi semangat bersama seluruh civitas.
“Kami menjaga mutu melalui inovasi yang terukur dan manajemen yang transparan, agar madrasah ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga berkarakter dan bermartabat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Olimpiade MAN 2 Kota Malang, Dra. Hj. Wulaida Zuhriyana, menegaskan bahwa keberhasilan siswa dalam ajang olimpiade lahir dari sistem pembinaan yang terencana, bukan sekadar jargon. Program ini, katanya, dibangun dengan menginternalisasi nilai keislaman sekaligus memperkuat dasar sains.
“Kami ingin para siswa tumbuh sebagai agen perubahan yang profesional, sehingga setiap pencapaian medali selalu berangkat dari manajemen madrasah yang jelas arahnya dan terukur hasilnya,” ujarnya.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cedera mata, simbol dari kolaborasi pendidikan. Namun yang lebih penting dari itu, kunjungan ini memperlihatkan bahwa tata kelola MAN 2 Kota Malang bisa menjadi model inspiratif bagi madrasah lain yang ingin maju, berprestasi, sekaligus menjaga akuntabilitas.(*)






