Dari kiri : Muhamad Tito Septiarto (Team Leader Bisnis Kanwil III, kiri), Kholil, SP.,MP (Plt. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, tengah) dan Anang (Perwakilan PT PMMP Situbondo) Saat Acara Pelatihan Manajemen Tambak dan Teknik Budidaya Udang. (Foto – Tim)
Situbondo, Memox.co.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo berkolaborasi dalam meningkatkan produktivitas udang di Kabupaten Situbondo atau yang dikenal dengan Kota Santri Pancasila.
Seperti halnya yang dilakukan beberapa waktu lalu LPEI telah melaunching dan meresmikan desa devisa kluster udang di wilayah Kecamatan Kendit pada tanggal 15 Juli 2022 lalu. Yang disaksikan oleh Wakil Bupati Situbondo, Nyai. Hj. Khoirani.
Kemudian, dua instansi tersebut juga sukses menggelar acara sosialisasi dan pelatihan manajemen tambak dan teknik cara budidaya udang, Kamis (28/07) kemarin.
Sekitar 20 pembudidaya udang hadir di desa devisa klaster udang mengikuti kegiatan tersebut yang digelar secara hybrid bertempat di aula UPT Perikanan Budidaya, Dusun Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, kemarin.
Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, perwakilan Kantor Wilayah III (Surabaya) LPEI dan perwakilan PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) Situbondo sebagai mitra bisnis para petambak udang. Sedangkan narasumber berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo memberikan pembekalan kepada para petambak mengenai manajemen usaha tambak, penyakit udang dan cara pencegahan, budidaya udang ramah lingkungan secara pengolahan limbah buangan.
Nampaknya tidak main-main dalam meningkatkan produksi udang di Kabupaten Situbondo. Sebab, Kabupaten Situbondo, salah satu wilayah penghasil udang di Jawa Timur yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan ekspor terutama untuk udang Windu dan udang Vaname.
Apalagi komoditas udang Indonesia berkontribusi cukup besar terhadap total ekspor perikanan Indonesia, yakni sebesar 55,41%. Berdasarkan data olahan dari IEB Institute, selama bulan Januari-Mei 2022 ekspor udang dan olahannya mengalami peningkatan hingga 17,56% (YoY) atau mencapai USD 1,27 miliar dengan negara tujuan ekspor utama yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand.
Melihat kontribusi dan potensi yang signifikan terhadap ekspor Nasional, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersinergi menggelar acara sosialisasi dengan memberikan pelatihan dan juga pendampingan bagi para petambak udang di enam desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kemarin.
Sinergi lintas kelembagaan ini sebagai perwujudan aksi Negara hadirkan pembinaan ekspor melalui LPEI dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan kapasitas dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan di suatu wilayah.
Hal ini rupanya sejalan dengan upaya LPEI dalam mewujudkan usaha yang bersifat environmental, social and governance.
Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa pelatihan yang diberikan ini merupakan wujud pendampingan LPEI dari aspek kelembagaan.
“ Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam membudidaya udang, juga manajemen Kelompok Budidaya ikan (Pokdakan) dan petambak supaya bisa menyempurnakan standar prosedur serta kualitas udang, juga meningkatkan kemampuan petambak untuk mengelola limbah dengan baik, ”jelas Riyani, Selasa (02/08/2022).
Ditempat Terpisah, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Kholil SP, MP mengapresiasi atas terwujudnya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan LPEI melalui program desa devisa klaster udang Situbondo.
“ Kami berharap, selain dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam membudidaya udang. Pelatihan ini juga dapat menjadi role model bagi daerah lain di Kabupaten Situbondo dalam hal peningkatan kapasitas usaha baik untuk sektor UKM maupun desa, ”kata Kholil dalam sambutannya. (Tim)
