MEMOX.CO.ID – Lima hari sebelum Lebaran, tepatnya Rabu (26/3/2025), Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, mengalami lonjakan signifikan jumlah penumpang bus. Peningkatan mencapai 100 persen dibandingkan hari-hari biasa. Hingga pagi hari, tercatat 1.280 pemudik telah diberangkatkan dari terminal tersebut. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Pulogebang, Hendra Kurniawan, menyatakan bahwa lonjakan penumpang terus terjadi dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 4.000 penumpang pada hari tersebut.
Hendra memprediksi jumlah pemudik akan melebihi angka penumpang pada hari sebelumnya, seiring mendekatnya hari raya Idul Fitri. Beberapa kota menjadi tujuan favorit para pemudik, antara lain Padang dan Bengkulu di Pulau Sumatera, serta Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang di Pulau Jawa. Tingginya minat masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini terlihat dari tingginya angka pemudik yang memanfaatkan jasa transportasi bus dari Terminal Pulogebang.
Hampir seluruh Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di Terminal Pulogebang telah kehabisan tiket untuk keberangkatan selama masa mudik Lebaran. Kondisi ini menunjukkan tingginya permintaan tiket bus menjelang hari raya. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai rencana penambahan armada bus dari PO yang beroperasi di terminal tersebut. Hendra menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi dari perusahaan otobus terkait penambahan armada. Ia menambahkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, terdapat 127 PO yang tercatat di Terminal Pulogebang, dengan total sekitar 1.080 bus yang disiapkan untuk melayani pemudik.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kekurangan armada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mudik. Pemerintah daerah dan pihak terkait perlu mengantisipasi potensi kekurangan armada ini agar tidak terjadi penumpukan penumpang dan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran.
Situasi di Terminal Pulogebang mencerminkan tren mudik Lebaran tahun ini, di mana banyak masyarakat memilih menggunakan transportasi darat, khususnya bus, untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Tingginya permintaan tiket dan potensi kekurangan armada menjadi tantangan yang perlu diatasi oleh pihak terkait. Koordinasi yang baik antara pemerintah, pengelola terminal, dan perusahaan otobus sangat penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik. Pemantauan dan evaluasi secara berkala juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi masalah dan memberikan solusi yang tepat guna. Diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan arus mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pemudik yang merayakan Lebaran di kampung halaman.(Ls/cdp)






