“Di sini, yang bersangkutan mengalami kelelahan ekstrim dan tidur yang kurang. Pada saat kejadian, dia mengantuk, yang mengakibatkan terjadinya episode microsleep. Pada saat kejadian, tidak terlihat tanda-tanda pengereman,” ungkapnya.
Agnis mengaku penanganan cepat bisa dilakukan karena petugas melakukan pemantauan arus lalu lintas. Setelah mendapat informasi adanya kecelakaan, petugas bersama PSC 119 mendatangi lokasi kecelakaan.
“Bisa cepat ditangani karena petugas sedang melakukan pemantauan arus lalu lintas. Mengetahui adanya laka lantas langsung berkoordinasi dengan PSC 119 untuk datang ke lokasi bersama unit ambulans,” jelasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan tragis di Tol Pandaan-Malang melibatkan Microbus Toyota Hiace dengan nomor polisi W 7619 N yang dikemudikan oleh Moh Hafidz, serta sebuah truk Isuzu dengan nomor polisi E 8879 BA yang dikemudikan oleh Subadi (52), warga Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Akibat kecelakaan ini, dua dari delapan penumpang di mobil Hiace tewas, sementara empat lainnya mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua fakta terkait kecelakaan ini dan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil. (*)
