MEMOX.CO.ID – Kota Probolinggo yang berjuluk Angin, Anggur, dan Mangga (Bayuangga), kembali menorehkan capaian membanggakan di sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Aminudin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses mencatat sejarah meraih penghargaan.
Raihan penghargaan di dapat sebagai Apresiasi Pemerintah Daerah Berkomitmen dalam Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang diserahkan oleh Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, saat Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen Jakarta.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Probolinggo menuju transformasi city branding sebagai kota Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Organik, Lestari, Edukatif, dan Kreatif (Bersolek).
“Pemkot Probolinggo punya komitmen mewujudkan mutu pendidikan sangat tinggi, program ramah anak telah berjalan dan siap menjadi role model Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN),” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah.
Langkah ini, lanjut Siti Romlah menjadi tonggak penting dalam menciptakan budaya sekolah yang sehat, kondusif, dan berpihak pada kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik.
“Ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar yang lebih berkualitas menuju Kota Probolinggo Bersolek,”tandasnya.
Komitmen keberlanjutan program BSAN sebagai bukti keseriusan Pemkot Probolinggo dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya melalui pembentukan ekosistem sekolah yang aman dan menyenangkan.
Komitmen tersebut sejalan dengan perhatian besar Wali Kota Aminudin, yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dengan menempatkan keamanan dan kenyamanan sekolah sebagai fondasi utama proses belajar.
“Keberhasilan ini tidak lahir begitu saja. Capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Disdikbud, lembaga pendamping pendidikan, dan dukungan lintas sektor yang terus terbangun secara aktif dan berkelanjutan,”kata Siti Romlah.
Lebih jauh, Siti Romlah menyebutkan banyak program yang sudah dilakukan. Seperti membentuk tim Pokja BSAN yang melibatkan stakeholder dan jajaran kepolisian. Pokja ini memastikan semua yang terkait kebutuhan sarana prasarana, kecepatan dalam tindak lanjut pengaduan serta penanganannya dilakukan dengan cepat dan segera. Bahkan, juga melakukan pencegahan melalui Pokja BSAN.
Begitu juga, sluruh satuan pendidikan Kota Probolinggo telah dibuat Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah Dan Tangani Perundungan dan Kekerasan di satuan pendidikan (Gaspro Cetar Perkasa) sejak tahun 2024 lalu.
“Program ini disinergikan dengan Pemendikdasmen nomor 6 tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Ada di seluruh TPA, TK, SD dan SMP,”ucap Siti Romlah.
Lebih lanjut, Siti Romlah menyebut seluruh lembaga pendidikan punya dashboard untuk mengetahui pengaduan hingga penyelesaian yang terekam dan dapat diketahui secara real time oleh pelapor tahap prosesnya.
Pengaduan yang tidak mampu diselesaikan di satuan pendidikan akan ditangani di tingkat kota melalui kerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan dan Pusat Pendidikan Keluarga (Puspaga).
Aksi nyata yang sudah berjalan, diantaranya Duta Kamtibmaspro kolaborasi dengan Polres Probolinggo Kota dan GP Anshor, Sekolah Ramah Anak di 342 satuan pendidikan. Kemudian pemenuhan sanitasi layak untuk kenyamanan siswa. Secara regulasi, kota ini juga memilki SK Wali Kota Probolinggo tentang Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tahun 2026-2030.
“Dari gerakan yang sudah dilakukan, bersama Pak Sekda kami diminta paparan best practice oleh Kemendisdakmen bagaimana kita bisa bergerak cepat agar keamanan dan kenyamanan anak terlindungi. BSAN ini mulai dicanangkan 2026 tetapi kita sudah punya starting sejak tahun lalu,”tuturnya.
Meski demikian, apresiasi dan gelar ini harus memaksimalkan Pokja BSAN di tingkat sekolah hingga kota. Memaksimalkan pencegahan sampai penanganan, menyiapkan sarpras pendukung yang betul-betul bisa memberikan keamanan dan kenyamanan anak di seluruh satuan pendidikan.
“Ini sangat yakin bisa dimaksimalkan. Kami berharap kasus-kasus di Kota Probolinggo bisa ditekan atau bahkan tidak ada,”pinta Siti Romlah.
Wali Kota Aminuddin menyerukan penyelenggaraan pendidikan aman dan nyaman serta damai bagi murid sebagai salah satu prioritas di Kota Probolinggo.
“Karena dengan suasana seperti itu proses pendidikan berjalan baik, sumber daya manusia dididik mencapai harapan menghadapi Indonesia Emas,” katanya.
Dengan penghargaan ini, Wali Kota mengajak semua stakeholder mempertahankan dan meningkatkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di satuan pendidikan Kota Probolinggo.
“Gerakan yang sudah masif ini terus ditingkatkan. Sarpras kita cukupi, monev kita lakukan dan perbaikan bersama mengerakkan guru, paguyuban dan masyarakat. Untuk murid di semua satuan pendidikan, ayo dukung sekolah aman dan nyaman yang tentu saja komitmen pertama ini berasal dari semua murid,”tegas Aminudin.
Sementara, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, acara ini merupakan ajang penghargaan dan apresiasi atas dedikasi para insan dan mitra pendidikan yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan Indonesia.
Melalui pemberian apresiasi, diharapkan tumbuh semangat kolaborasi dan inspirasi untuk terus mendorong kemajuan pendidikan yang relevan dan berdaya saing, sehingga dapat mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Sesuai Asta Cita Bapak Presiden Prabowo ke 4 dan visi pendidikan bermutu untuk semua, merasa terbantu dengan kiprah dan inisiatif semua yang secara bertahap mewujudkan mutu pendidikan untuk semua.
“Terima kasih untuk dukungannya. Semangat kolaborasi semakin menyala mewujudkan penguatan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,”pungkasnya.(adv/hud).
