Indeks
Hukum  

Kuatkan Rasa Toleransi, Korem 083/Bdj Gelar Pembinaan Komsos Lintas Agama

LINTAS AGAMA: Korem 083/Bdj saat menggelar pembinaan komunikasi sosial yang dihadiri lintas agama wilayah Malang Raya.

Kota Malang, Memox.co.id – Guna mencegah dan menangkal berkembangnya paham radikalisme/separatisme di jajarannya, Korem 083/Bdj menggelar Pembinaan Komunikasi Sosial yang dihadiri lintas agama wilayah Malang Raya, bertempat di Aula Skodam V/Brawijaya Kota Malang, Rabu (03/11/2021).

Selama kegiatan seluruh peserta tetap mengedepankan Prokes Covid-19. Dalam pembinaan sosial kali ini mengambil tema “Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme/Separatisme”.

Kegiatan ini dibuka oleh Kasi Ren 083/Bdj Letkol Inf Teguh P. mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti diikuti para unsur perwakilan dari TNI-Polri, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berada di wilayah Malang Raya.

Dalam release Kapenrem 083/Bdj, Kasi Ren 083/Bdj Letkol Inf Teguh P. mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti mengatakan, saat ini negara kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang hampir 2 tahun menghancurkan sendi-sendi ekonomi, sosial dan pendidikan kita.

PIMPIN: Kasi Ren 083/Bdj Letkol Inf Teguh P. mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti saat membuka pembinaan komunikasi sosial yang dihadiri lintas agama wilayah Malang Raya.

“Masa pendemi kali ini tentunya telah mengubah tatanan kehidupan kita, hal ini tidak boleh mengurangi kewaspadaan kita terhadap bahaya radikalisme dan separatisme yang dapat menganggu kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Radikalisme/separatisme merupakan persoalan serius dan menjadi ancaman yang potensial bagi kondusifitas serta stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka dari itu melalui kegiatan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme ini diharapkan dapat berguna dalam rangka memutus mata rantai sel-sel jaringan radikalisme/separatisme yang dapat membahayakan keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia.

“Saya berharap agar yang disampaikan oleh penyeleggara dapat diterima serta dipahami dengan baik, sehingga dapat menjadi referensi atau bekal dalam melaksanakan tugas optimal. Sehingga dapat lebih memantapkan kemampuan dalam menyikapi dinamika ancaman yang juga terus berkembang,” ujarnya. (fik)

Exit mobile version