Atas keadaan itulah, tim kuasa hukum akan mengkaji ulang permasalahan tersebut. Terutama agar hak-hak konsumen bisa terpenuhi. Serta agar BB TNBTS lebih fokus dan tidak menyalahkan pengunjung.
Imbas dari pernyataan itu, Hasmoko mendapat teror berupa pesan melalui aplikasi whatsapp dari pelaku wisata Bromo. Isi pesan itu berbunyi demikian.
“Monyet, kami pedagang-pedagang Gunung Bromo akan datang ke rumah anda malam ini”.
Pengirim pesan itu, disebut bernama Yudi, salah satu pedagang di Bromo. Hal itupun tidak ditanggapi serius. Dikhawatirkan akan memperkeruh suasana.
Terpisah, soal upaya tuntutan terhadap taman nasional, Hendra, Humas TNBTS tidak merespon pesan konfirmasi yang dilayangkan wartawan media ini. Sampai sejauh ini juga belum ada pernyataan apapun dari pihak taman nasional. Baik itu soal reaktivasi wisata, maupun soal upaya yang dilakukan pasangan pengantin asal Surabaya yang memicu kebakaran 504 hektar lahan di Bromo. (sty/ono)






