KPU RI Lantik 180 Anggota KPU Kabupaten/Kota di Jatim

Soeprayitno alias Nano wartawan Memo X. (dok)

Dua Jurnalis Kota Surabaya Terpilih Jadi Komisioner

Surabaya, Memox.co.id – Dua jurnalis berhasil melenggang menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya terpilih periode 2019-2024. Keduanya lolos terpilih bersama tiga orang lain serta lima orang sebagai cadangan.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, mengucapkan selamat atas terpilihnya dua pewarta yang kini dapat dipastikan akan menjabat sebagai komisioner KPU Kota Surabaya.

Diketahui kedua wartawan tersebut yakni, Subairi dan Soeprayitno. Keduanya sama-sama mantan wartawan Koran Seputar Indonesia (Sindo). Sedangkan selepas dari Sindo, Soeprayitno tetap melanjutkan profesinya sebagai wartawan di Koran Harian Pagi Memo X sebagai koordinator liputan biro Surabaya. Sedangkan Subairi sebagai staf KPU Jatim. “Karakter jurnalis biasanya bisa luwes bergaul dengan siapa pun, karena mereka biasa bertemu berbagai narasumber,” ucapnya, Rabu (12/6).

Adi menilai karakter dari jurnalis adalah kritis dan punya daya analisa yang kuat. Menurutnya hal ini adalah “warisan” profetik sebagai jurnalis, sehingga pasti akan mewarnai karakter mereka, “(semoga) Subairi dan Soeprayitno, bisa menjalankan tugas sebagai Komisioner KPU Kota Surabaya dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap kinerja KPU Kota Surabaya ke depan lebih baik lagi. Apalagi tahun depan, 2020, Kota Surabaya akan menghelat Pilkada yakni memilih Walikota dan Wakil Walikota. DDengn itu ia ingin, dua 2 jurnalis ini dapat memberi andil besar untuk memastikan KPU Kota Surabaya, dan seluruh jajaran di bawahnya, bekerja profesional dan netral.

Lanjutnya, misi penting KPU adalah memfasilitasi siapa pun untuk ikut berkontestasi di Pilkada Kota Surabaya, dan memfasilitasi rakyat untuk menyalurkan hak konstitusionalnya untuk memilih calon pemimpin terbaik di Kota Surabaya. “Kata kuncinya, profesional dan netral. Dan keduanya hal itu sudah otomatis mengalir pada diri jurnalis. Mereka terbiasa bersikap independen dan profesional,” katanya.

Komisioner KPU Surabaya terpilih Soeprayitno mengatakan sebagai insan media, ia tersadar bahwa media adalah salah satu pilar demokrasi. “Selama menekuni profesi sebagai jurnalis, komunikasi dengan lintas partai menjadi keniscayaan. Terutama kader atau perwakilan lintas parpol yang duduk di lembaga legislatif sebagai representasi rakyat,” ujarnya.

Selain itu, pria yang lekat disapa Nano ini mengatakan, selama menekuni profesi jurnalis, ia biasa menyapa perwakilan lintas parpol yang duduk di lembaga legislatif melalui berita. “Bagi jurnalis, mereka adalah mitra,” tambahnya.

Bahkan, masih kata Soeprayitno, ketika menjadi Komisioner KPU pun, komunikasi tetap dikedepankan dengan semua partai, lintas partai. Marwah, independensi, integritas KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu harus tetap dan terus dikedepankan.

Sementara, Subairi membenarkan jika dirinya akan dilantik KPU Jatim di JW Marriott Surabaya pada Kamis (13/6). “Untuk komentar biar diwakili Pak Nano (Soeprayitno) saja,” tandasnya.

Adapun tiga Komisioner KPU Surabaya yang juga akan dilantik yaitu Muhammad Kholid, Nafila Astri, Nur Syamsi. Dua di antaranya komisioner petahana yakni Muhammad Kholid dan Nur Syamsi.

Diketahui, KPU RI berencana akan melantik 180 anggota KPU baru hasil seleksi di 36 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (13/6/2019) di Surabaya. Pelantikan ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Menurut Komisioner KPU Jatim Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Rochani mengatakan bahwa sedianya pelantikan dilakukan di Jakarta. “Namun karena jumlahnya besar dan masuk di dalam momentum arus balik lebaran, sehingga kami mengusulkan dilakukan di Surabaya,” ujar Rochani saat dikonfirmasi Rabu (12/6/2019).

Diakui Rochani jumlah komisioner yang akan dilantik oleh KPU RI cukup banyak mencapai 180 orang karena meliputi 36 kabupaten/kota dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Komisioner baru tersebut akan mengantikan Komisioner periode 2014-2019 yang akan purna tugas pada Rabu (12/6/019).

“Seluruh komisioner KPU Kabupaten/Kota se-Jatim akan dilantik Kamis besok kecuali dua daerah. Yakni, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Tulungagung yang sudah lebih dahulu purna jabatan Maret dan April lalu,” beber Rochani.

Sebagaimana diketahui bersama, proses seleksi untuk para calon komisioner tersebut berjalan cukup ketat. Bahkan KPU Jatim juga telah menggelar uji kelaikan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon komisioner selama tiga hari (Jumat-Sabtu, 31/5- 2/6/2019) di Surabaya.

“Komisioner KPU Jatim bertindak sebagai penguji berdasarkan surat KPU RI tentang pendelegasian kewenangan,” tambah Rochani.

Saat fit and proper test, masing-masing kabupaten/kota menyetorkan 10 nama yang akan diuji. 10 nama tersebut merupakan hasil seleksi dari tim seleksi (timsel) yang telah bekerja selama sebulan terakhir.

Teknis pengujian dalam fit and proper test berlangsung dengan sistem panel. Enam komisioner KPU Jatim akan dibagi dalam tiga panel. Masing-masing panel akan menguji 12 kabupaten/kota. “Enam komisioner sebagai penguji. Sementara Ketua KPU Jatim (Choirul Anam) akan melakukan supervisi,” jelas Rochani.

Materi ujian fit & proper test meliputi pengetahuan kepemiluan, kapasitas, integritas, hingga independensi. Pada prinsipnya, penilaian dilihat dari kapasitas mereka sebagai penyelenggara pemilu. (sur/jun)