Kedua, meningkatkan ketersediaan pangan daerah dengan mengembangkan berbagai inovasi melalui peningkatan produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan. Ketiga, penguatan sistem ketahanan pangan untuk menjamin ketersediaan pangan berkualitas yang berkelanjutan dan mandiri pangan.
“Kita punya potensi di situ, pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan sehingga kita gerakkan tanami pekarangan-pekarangan itu dengan melibatkan PKK. Sehingga menjadi kolaborasi dan sinergi yang bagus, mengisi dan mengedukasi masyarakat tentang potensi-potensi dan peluang apa yang bisa dikembangkan,”ucap Hadi Zainal Abidin.
Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Kota Probolinggo, telah lahir beberapa inovasi bidang ketahanan pangan. Di antaranya, Setetes MOL Sejuta Kehidupan, yakni Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Berikutnya, Si-SAKA, akronim dari Satu Kali Inseminasi, Satu mempercepat produksi daging melalui kelahiran ternak unggul.
Selanjutnya, Mlijo Online Probolinggo, sebagai media pemasaran digital berbasis website untuk membantu menyalurkan dan memasarkan produk hasil pertanian, peternakan, perikanan serta hasil pekarangan lokal kepada konsumen. Serta inovasi Aku Hatinya PKK, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah dan PKK melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan di 29 kelurahan.
“Ada tiga lokasi yang dipilih sebagai objek verifikasi lapangan, yakni Kampung Sapi PO Kelurahan Sumbertaman, Kelompok Wanita Tani Srikandi di Kelurahan Kebonsari Kulon serta Taman Aku Hatinya PKK di Kampung Nila Kelurahan Sukabumi,”tandasnya.
Sementara, Plt. Lurah Sukabumi Yoke Arifah mengatakan, keberadaan Berung atau warung Taman Hatinya PKK di Kampung Nila ini telah mendukung kebutuhan dan ketahanan pangan sehari-hari bagi warga sekitar.
Kampung Nila ini agak jauh dari wilayah pasar, dengan keberadaan Kampung Nila yang menyediakan protein berupa ikan Nila, disini bisa ditemui, kemudian sayur mayur, otomatis ketahanan masyarakat setempat.
“Ini bisa benar-benar terjamin, semuanya ada disini, lebih murah harganya, dan langsung fresh diambil dari Berung Hatinya PKK,” tuturnya.
Terpisah, Ketua Tim Juri Teguh Soedarto mengatakan, ketersedian pangan di Kota Probolinggo dalam kategori sangat baik. Setelah memperhatikan paparan dari Wali Kota, dan peninjauan lapangan.
“Saya melihat seluruhnya berjalan dengan baik dan masih berada pada koridor-koridor yang baik, artinya ketersediaan pangan untuk wilayah Kota Probolinggo bisa dikatakan baik dan sangat baik,”pungkasnya. (hud/ono).






