Kenalan di Aplikasi Kencan, Single Mom di Malang Jadi Korban Pencurian Mobil Yaris

Kenalan di Aplikasi Kencan, Single Mom di Malang Jadi Korban Pencurian Mobil Yaris

MEMOX.CO.ID – Single mom bernama Isnanik (42) warga Kecamatan Sukun Kota Malang jadi korban pencurian oleh pria yang dikenalnya lewat aplikasi perjodohan. Pria bernama Bobby De Armand asal Madiun ini membawa kabur Mobil Toyota Yaris milik teman Isnanik yang beralamat di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir Malang itu.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah mengatakan, awalnya sekitar awal bulan Mei 2024, tersangka berkenalan dengan Isnanik (korban) melalui aplikasi perjodohan TANTAN. Selama berkenalan dengan korban, ia mengaku bernama Tyas Hayu Utomo dengan status duda. Kemudian ia juga mengaku bekerja sebagai Pegawai Kantor Pajak Pratama Surabaya.

“Dengan menunjukkan kartu tanda pengenal, kemudian tersangka dan korban pun menjalin komunikasi,” katanya.

Jumpa pers kasus pencurian mobil dengan tersangka Bobby De Armand. (foto:nif)

Pada Jumat, 17 Mei 2024 sekitar pukul 10.00 WIB, Bobby datang ke Malang untuk menemui Isnanik. Pria kelahiran 1972 ini pun dijemput di terminal Arjosari Malang, dan diajak ke rumah berinisial J di Perum Panorama Garden, Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir.

Ia diajak dengan tujuan untuk membersihkan rumah J yang saat itu berada di luar negeri. Kemudian tersangka diminta untuk memanaskan mesin mobil Toyota Yaris Warna Merah Metalik.

“J ini adalah teman korban, dimana korban diberi tanggungjawab untuk mengurus rumah dan barang-barang miliknya,” katanya.

Usai membersihkan rumah, sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka diajak oleh Isnanik ke rumahnya di Kecamatan Sukun Kota Malang. Sesampainya disana, tersangka diminta untuk istirahat di rumahnya sambil menunggu korban.

“Karena korban ada keperluan di daerah Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang hingga pukul 21.00 WIB,” katanya.

Sebelum korban berangkat ke Donomulyo, ia meletakkan kunci kontak Mobil Toyota Yaris Warna Merah Metalik di atas bufet lemari ruang tamu. Tanpa menaruh kecurigaan apapun, lalu korban pergi ke Donomulyo.

Setelah korban pergi, kemudian tersangka mengambil kunci mobil tersebut, dan segera bergegas memesan Ojek Online untuk menuju rumah J.

“Setelah sampai di rumah J tersangka dengan mudah masuk ke dalam mobil dan membawa kabur. Kebetulan rumah tersebut tidak ada pagarnya,” katanya.

Atas perbuatan itu, korban melaporkan ke pihak berwajib. Unit Resmob 4 bersama dengan Unit Reskrim Polsek Wagir yang dipimpin oleh Aiptu Umar Zulfikar melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Dan mendapati Bobby (tersangka) berada di Daerah Sidoarjo.

“Petugas berhasil menangkap tersangka di sebuah Hotel. Kemudian petugas melaksanakan pengeledahan dan didapati beberapa ID card, dan Surat keterangan domisili dari dukcapil Sidoarjo,” katanya.

“Tersangka mengakui bahwa telah mencuri kendaraan mobil Yaris milik Isnanik sedangkan mobil Toyota Yaris dititipkan ke teman wanitanya yang berada di daerah Pati Jawa Tengah, Kemudian petugas melakukan pengecekan dan berhasil mengamankan kendaraan milik korban,” lanjutnya.

Modus tersangka, ia mencari sasaran korban perempuan berstatus janda, selanjutnya didekati oleh tersangka dengan tujuan mengambil barang-barang milik korban.

“Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku berprofesi sebagai Pegawai Kantor Pajak Pratama yang berdinas di Surabaya,” katanya.

Atas perbuatannya, ia dikenakan Pasal berlapis. Pertama Pasal 363 Ke-5e KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara. Kedua Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara itu, Isnanik (korban) menghimbau, agar jangan mudah percaya dengan seseorang dengan modus seperti itu. Apalagi single mom yang harus membiayai anak-anaknya.

“Sungguh sakit. Kita bekerja sendiri untuk membiayai keluarga tapi malah ditipu. Pasti Tuhan akan membalasnya,” pungkasnya. (nif/syn)