Batu, Memox.co.id – Lilin tumpah menjadi dugaan penyebab kebakaran maut yang merenggut 4 korban jiwa yang masih bocah. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.50 WIB di Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo mengagetkan semua warga sekitar.
Seperti yang diungkapkan oleh Yuliaini salah satu tetangga dari korban kebakaran Abdullah (34) dan istrinya Herlina (35) mengungkapkan kebakaran yang mengakibatkan meninggalnya empat bocah karena lilin yang tumpah saat mati lampu.
“Ketika itu listrik padam mulai jam 19.00 WIB. Bu Hamidah pun menyalakan dua buah lilin dikamar anaknya. Lilin ditempatkan di kamar Abdullah dan Herlina bersama kedua anaknya yang masih balita. Sedangkan satunya, ditempatkan di kamar depan yang ditempati empat anaknya,” papar Yuliani istri Ketua RT 2, Rabu (24/7/2019).
Awalnya, dia mendengar orang meminta tolong, kemudian beberapa warga keluar dan kaget melihat api sudah membesar disalah satu ruangan yang difungsikan menjadi kamar bagi anak-anak korban. Ternyata Herlina meminta tolong karena kobaran api membesar. Beberapa warga pun bergegas berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, seperti ember, kaleng dll.
Bahkan warga pun sempat mengeluarkan 2 sepeda motor dan 1 tabung elpiji dari dalam rumah. Pada saat itu pula Abdullah dan Herlina mampu menyelamatkan diri dengan menggendong dua anaknya yang masih balita. Sedangkan empat lainnya masih ada di dalam kamar.
“Saat kaluar rumah, saya melihat api sudah membesar hingga atap rumah. Saat itu saya dengar teriakan Herlina yang meminta tolong karena empat anaknya masih terjebak di dalam kamar yang terbakar,” bebernya.
Namun karena api yang sudah cukup besar. Ia tak berani masuk ke ruangan dan meminta tolong kepada tetangga untuk memadamkan api yang semakin besar. Selang beberapa menit petugas gabungan datang dan berhasil memadamkan api.
“Pak Abdullah sempat meronta mau menyelamatkan 4 anaknya, tapi sama warga tidak diperbolehkan dan dipegangi erat. Api ketika itu sangat besar,” tambah dia kembali.
Usai padam satu per satu jenazah korban kebakaran dievakuasi tim gabungan ke dalam ambulance pukul 23.45 WIB, Selasa. Empat korban diketahui bernama Rahma Ramadhani (10 tahun), Nabila Fathinah Sholihah (9 tahun), Anisa Dzakiroh (7 tahun), dan Naufal Masrulloh (6 tahun). Sedangkan dua anaknya yang masih balita berhasil diselamatkan.
Menurut Kapolsek Junrejo, AKP Supriyanto empat jenazah langsung dibawa ke RSSA Malang. Orang tua korban diketahui mengontrak rumah tersebut sudah 2 tahun lamanya. Abdullah (34 tahun) dan istrinya Herlina (35 tahun) asal Jalan Tirto Taruno RT 03 RW 07, Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
“Masyarakat dan keluarga korban semakin kebingungan ketika memadamkan api lantaran kondisi listrik padam. Saat ini Tim Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Jatim masih mendalami dugaan pasti kebakaran,” jelasnya.
Tim Iden Polres Batu juga turun tangan langsung mendatangi lokasi. Hasil sejauh ini kebakaran maut disebabkan lilin yang tumpah dan menyambar bagian rumah akibat pemadaman listrik.
Diketahui, dalam seminggu ini bencana kebakaran melanda Kota Batu, setelah kebakaran areal hutan Gunung Panderman, kemarin malam Selasa (24/7/2019) pukul 21.30 WIB, kebakaran maut di Jalan Hasanudin, RT 2, RW 5, Dusun Jeding, Desa Junrejo.
Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK) Kota Batu, Abdillah Alkaff menuturkan rumah tangga yang menggunakan lilin untuk penerang ruangan ketika listrik padam harus waspada dan berhati-hati.
“Orang tua setidaknya harus bijak, jauhkan lilin dari jangkauan anak-anak. Katanya menurut informasi, lilin sudah dinyalakan dan ditaruh luar oleh orangtuanya, tapi sama anaknya dibawa masuk ke kamar ketika listrik padam kemarin,” terang Abdillah, Rabu(24/7/2019).
Orang tua, lanjut Abdillah, harus terus mengawasi putra putrinya, jangan sampai kebakaran serupa terulang di Kota Batu. “Bencana kebakaran kemarin malam ini menjadi yang paling parah dalam sejarah di Kota Batu. Semoga tidak terjadi dilain hari,” tambah dia.
Oleh karena itu masyarakat diminta untuk dapat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran dengan cara mengontrol perabot rumah yang berpotensi menimbulkan api dan mematikan alat elektronik apabila sudah tidak digunakan lagi.
“Karena pemicu kebakaran bisa diakibatkan karena pemilik rumah terutama kalangan ibu rumah tangga yang lupa mengontrol kompor setelah memasak,” ujarnya.
Disamping itu penggunaan alat elektronik rumah tangga juga memiliki resiko tinggi terhadap kebakaran, karena kebanyakan peristiwa kebakaran terjadi berawal dari arus pendek listrik.
Pihaknya tetap seperti biasanya telah menyiagakan personel dan peralatan dalam upaya untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. (lih/jun)
