Bondowoso, Memo X
Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Bondowoso mengajak seluruh masyarakat Bondowoso, hususnya kaum ibu menolak politik uang. Karena politik uang merusak sendi-sendi demokrasi di Indonesia.
Ajakan tersebut diwujudkan dalam Sosialisasi Peran Perempuan dalam Mencegah Politik Uang dalam rangka Pemilu tahun 2019 yang digelar di Hotel Padis kemarin. Ada 120 peserta yang mengikuti kegiatan Bawaslu kemarin.
Ketua Bawaslu, Muhammad Makhsun mengatakan, yang menjadi sasaran politik uang dalam Pemilu, baik Pilpres, Pileg (DPR RI, DPRD I, dan DPRD II) maupun DPD tahun 2019 adalah kaum ibu.
“Para ibu pengendali keuangan dalam Rumah Tangga. Jika pasokan dari suami berkurang, maka godaan politik uang menggiurkan. Realita ini yang ditangkap oleh Timses”, kata Makhsun, panggilan akrabnya.
Yang ada dibenak para ibu, lanjutnya, proses kehidupan terus berlangsung. Dapur terus mengebu, kebutuhan anak-anak tercukupi, dan kebutuhan sampingan lain yang membutuhkan uang.
Ditambahkan, jadi modalnya tidak besar. Karena yang dibutuhkan para ibu hanya kebutuhan pokok saja. Dan itu hanya terpenuhi sehari saja. Padahal, salah memilih dampaknya sangat besar.
Para ibu-ibu ini diundang, kata Makhsun, agar paham bahwa politik uang sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia. Suara hati ditukar dengan uang yang hanya bisa digunakan dalam sehari saja.
Pantauan Memo X, yang hadir ada Pendamping PKH, PC IPPNU, PC PMII Putri, IGTKI, PKK, LSM Perempuan, dan seluruh Ormas Perempuan. Para aktivis perempuan ini diajak tolak politik uang. (sam)





