Ia juga yakin di balik ujian cobaan itu ada hikmah mendalam yang terkandung untuk direnungkan dan menjadikan kekuatan serta motivasi tersendiri terutama bagi keluarga korban.
“Mudah-mudahan di balik itu juga akan memberikan pelajaran atau pendidikan dalam sehingga ke depan kita akan berbuat lebih baik lagi,”tambah Irjen Imam.
Masih kata Kapolda Jatim, jika dari keluarga korban Kanjuruhan yang memiliki peminatan untuk menjadi anggota Polri, pihaknya juga akan memberikan kesempatan.
“Mari kita sambungkan ini ada para Kapolres dan Kapolresta Malang, mungkin perwakilan dari bapak ibu sekalian bisa ketemu dengan para Kapolres kalau memang ada anak saudara yang kira-kira bisa memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota Polri akan kita prioritaskan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Kapolda Jatim berharap doa bersama yang digelarnya itu dilandasi ketulusan dan hati yang bersih.
“Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah diberikan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan yang sedang kita laksanakan dan diberikan kesabaran serta ketabahan,” pungkasnya.
Sementara itu PJ Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, menyebut bahwa Kapolda Jatim dan jajarannya dengan sungguh keikhlasan dan hati yang sangat mulia berkenan berdoa bersama dengan keluarga korban Kanjuruhan.
“Ini tentunya menjadi napas baru buat para keluarga korban Kanjuruhan, Bapak Kapolda bisa berada di tengah-tengah seluruh keluarga korban Kanjuruhan yang memang selalu ingin mendapatkan motivasi dan juga perhatian yang tentunya dari pimpinan daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap, dari kejadian Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi hikmah buat semua dan untuk terus mawas. Sebagai informasi, kegiatan doa bersama ini diikuti 79 orang keluarga korban tragedi Kanjuruhan, dua korban diantaranya dari keluarga Polri. (*/fik)






