RS Lavallete Malang Raih Penghargaan RS Swasta Terbaik Penanggulangan TB 2023

PIAGAM: Direktur RS Lavalette dr Maya saat menerima piagam penghargaan RS Swasta Terbaik Dalam Penanggulangan TB 2023

Gebyar Hari Kesehatan Nasional ke-59 Kota Malang 2023

MEMOX.CO.ID – Pj. Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M membuka kegiatan Gebyar Hari Kesehatan Nasional ke-59 Kota Malang Tahun 2023, bertempat di MCC, Kamis (23/11/2023).

Dalam kegiatan gebyar Hari Kesehatan Nasional ke- 59 tahun 2023 Kota Malang. RS sakit yang mendapatkan piagam penghargaan atas pelayanan penyakit TBC adalah RS Lavallate katagori RS Swasta Terbaik Dalam Penanggulangan TB 2023.

Saat dikonfirmasi Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri MMRS
mengatakan, pemberian piagam penghargaan ini kami sambil dengan rasa syukur, kami bersyukur terpilih menjadi salah satu faskes RS yang dianggap terlibat baik dan aktif untuk mengoptimalkan penemuan kasus TB di Kota Malang.

“Melalui aktivitas Tim TB DOTS RS Lavalette, kami berkomitmen untuk selalu bersinergi mewujudkan percepatan eliminasi TBC di tahun 2030 ini.

“Kita ketahui bersama kalau Eliminasi TBC ini adalah wujud sinergi lintas sektor di kesehatan maupun non kesehatan. Karena angka kesakitan TB di Indonesia ini masih cukup tinggi,” terangnya.

Lanjutnya,Ini bukti komitmen kuat kami, RS Lavalette harus mendukung Program Nasional Penanggulangan TB dengan sebaik baiknya,” ungkap dr Maya panggilan akrab wanita asal Pasuruan ini.

KUNJUNGAN: Pj Wali Kota Malang Ir Wahyu saat melaksanakan kunjungan ke RS Lavallate Malang

Dalam sambutannya Pj. Walikota Wahyu Hidayat memberikan apresiasi atas terselenggaranya gebyar Hari Kesehatan tersebut; yang pertama kalinya digelar setelah Pandemi Covid 19 beberapa waktu yang lalu.

“Ini terlaksana setelah 4 tahun Pandemi ya, jadi kegiatan ini merupakan wadah bagi insan kesehatan untuk bisa saling temu dan koordinasi; harapannya ke depan kita punya target-target kesehatan yang harus kita lakukan terutama untuk kesehatan masyarakat, salah satunya adalah penanggulangan stunting” ujar Wahyu.

Meskipun angka prevalensi stunting di Kota Malang menunjukkan progres positif di angka 8,9 persen berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), namun tetap harus diupayakan penanganan yang maksimal.

“Saya instruksikan untuk menguatkan peran Posyandu yang menjadi garda terdepan pemantauan stunting dan menyiapkan SDM yang mumpuni untuk mengatasi stunting; saya akan pantau terus jumlah stunting di tiap-tiap kelurahan” tambahnya.

Namun demikian, lanjutnya, saya memberikan apresiasi atas segala upaya seluruh insan kesehatan di Kota Malang yang telah memberikan dedikasinya untuk menyehatkan masyarakat dan mencegah stunting.

Wahyu menyampaikan harapannya agar kedepan, kolaborasi dan sinergitas antara penyelenggara Pemerintahan Kota Malang, dunia usaha, komunitas peduli kesehatan dan komponen masyarakat lainnya harus senantiasa dikuatkan sebagai bagian dari kesadaran akan pentingnya berkontribusi dalam pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Kota Malang lebih sehat,” ucapnya.

Pada Kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan atas beberapa lomba kesehatan yang digelar, diantaranya adalah lomba Posyandu, kader posyandu berprestasi dan RS dengan pelayanan TBC, dan kelurahan program percepatan penurun stunting Kota Malang 2023.(fik)