MEMOX.CO.ID – Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo, periode 2025-2030 dalam Musda ke-11 sudah dapat dipastikan calon yang akan terpilih Fernanda Zulkarnain. Kepastian itu diketahui, saat mendaftar di Kantor DPD Partai Golkar, Jalan Mastrip Kota Probolinggo.
Calon Wali Kota Probolinggo Periode 2024-2029 mengantongi 8 dukungan dari 10 suara yang diperebutkan.
Sedang Amir Mahmud, anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar yang turut mendaftar tidak lolos, karena tidak mendapat dukungan sama sekali. Dengan demikian, pendaftarannya ditolak, sehingga tidak bisa melenggang ke tahapan berikutnya.
“Satu-satunya calon yang akan dipilih di Musda, saudara Fernanda Zulkarnain sebagai calon tunggal, sehingga akan terpilih aklamasi,” ujar Ketua Starring Commite (SC), Shinta Dwi Laksmi Kusumawardani, Jumat (03/10/2025).
Shinta Dwi Laksmi Kusumawardani menyebut, ada dua kader partai Golkar yang mendaftar, yakni Fernanda Zulkarnain dan Amir Mahmud. Namun, hanya satu calon ketua yang bisa ikut ke tahapan berikutnya, yakni Fernanda Zulkarnain.
Amir Mahmud tereliminasi, karena ada beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi. Persyaratan agar lolos sebagai calon ketua DPD Partai Golkar. Yakni, aktif menjadi pengurus Partai Golkar sekurang-kurangnya 1 periode atau pernah menjadi pengurus organisassi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar.
Selanjutnya, berpendidikan minimal D3 atau setara. Memiliki dedikasi, prestasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela. Memiliki kapabilitas dan akseptabilitas, tidak pernah terlibat G30S PKI, Lulus pendidikan dan latihan kader yang diselenggarakan Partai Golkar.
Kemudian, berdomisili di wilayah setempat, didukung sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara yang dibuktikan dengan surat pernyataan dukungan, bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerjasama secara kolektif dalam partai.
“Apabila ada bakal calon yang ingin mencalonkan diri sebagai calon ketua, tetapi tidak memenuhi kriteria dan persyaratan seperti yang kami sebutkan, maka yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari ketua umum DPP Partai Golkar,”tandasnya.
Lebih jauh, Ketua DPRD Kota Probolinggo mengatakan, yang diperebutkan pada Musda nanti sebanyak 10 suara. Satu suara dari DPD Provinsi, DPD Partai Golkar Kota Probolinggo demisioner, Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Probolinggo, organisasi sayap AMPG dan KPPG.
Satu suara dari Pimpinan daerah ormas pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, yaitu Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, MDI, HWK Al Hidayah dan Satuan Karya Ulama Indonesia Kota Probolinggo. Sedang Pimpinan kecamatan (PK) masing-masing satu suara, yakni PK Wonoasih, Kademangan, Mayangan, Kedopok dan PK Kanigaran.
“Setelah dicroscek secara adminitrasi dan Faktual, Fernanda Zulkarnain mengantongi 8 suara atau 80 persen dukungan. Dipastikan lolos. Syaratnya untuk maju ke tahapan berikutnya hanya 30 persen,” ucap Shinta Dwi Laksmi Kusumawardani.
Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo Fernanda Zulkarnain mengatakan, dirinya sudah mengantongi dukungan 8 suara alias 80 persen.“Soal kepastian siapa yang terpilih ketua Golkar, ya tunggu besuk lah. Insya Allah,” tuturnya.
Saat ditanya Golkar ke depan, dirinya enggan menjawab. Yang penting baginya Musda berlangsung aman dan lancar serta Guyub.
“Harapannya Partai Golkar Kota Probolinggo tetap solid, rukun. Insya Allah Golkar ke depan akan lebih baik,” pungkasnya. (hud/ono)






