Kampung Gaharu Nusantara, Gebrakan Baru Kota Probolinggo

Kampung Gaharu Nusantara, Gebrakan Baru Kota Probolinggo
: Wali Kota Probolinggo dr. Aminudin menanam bibit Gaharu sebagai tanda dimulainya penanaman serentak di wilayah Kota Probolinggo. (foto:hud)

MEMOX.CO.ID – Aksi tanam Gaharu Nusantara sekaligus menjadi embrio penanaman hingga mencapai 2000 bibit, Selasa (10/6/2025). Sesuai rencana akan ditanam di semua titik sehingga telah terkonfirmasi untuk menjadi bagian gerakan baru, yakni Kampung Gaharu Probolinggo.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal mensinergikan kepentingan lingkungan hidup dengan kepentingan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita bersama tercapainya keadilan sosial,” ujar Ketua Panitia Ayo Sahabat Konservasi Tanam dan Rawat Gaharu Nusantara, Antoni Sofyan, Selasa (10/06/2025).

Antoni Sofyan mengatakan, sesuai amanah PP 46 tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup dan regulasi terbaru Permen LH/BPLH Nokor 2 tahun 2025 tentang Pengembangan Sistem Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup.

“Ini menjadi saksi, sekaligus pelaku sejarah mewujudkan Kota Probolinggo sebagai pusat gerakan konservasi Gaharu Nusantara sehingga penanaman 2 ribu pohon gaharu tahun ini,” tandasnya.

Tak hanya itu, pihaknya berharap akan ada kesinambungan di tahun-tahun mendatang hingga mencapai tertanamnya 2 juta pohon Gaharu Nusantara yang tersebar di seluruh tempat di wilayah Kota Probolinggo.

“Harapannya, akan tercatat menggunakan validasi google maos (Geo-Tagging), serta menjadi branding Baru bagi Kota Probolinggo,”tutur Antoni Sofyan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, lokasi Perumahan Kerinci, Jalan Kerinci Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo menjadi simbol penanaman modal karena dinobatkan sebagai Kampung Gaharu Nusantara yang sudah menanam 2 ribu bibit.

“Bukan hanya tonggak awal berdirinya Kampung Gaharu Nusantara, namun sekaligus menjadikan tonggak sejarah Kota Probolinggo sebagai Kota Gaharu Nusantara. Di sini ada 300 pengusaha Gaharu yang menjadikan sentra Kota Probolinggo sebagai Kota Gaharu Nusantara,” tegasnya.

Sesuai iklim investasi Kota Probolinggo menjadi Kota Investasi akan menjadi poros. Artinya sebagai penyangga tiga puluh tahun kedepan menjadikan kota pelabuhan ekspor impor. Sebab, posisinya sebagai kota transit, peluangnya menjadi sentra pengembangan bisnis Gaharu.

Di sisi lain, komitmen investasi bisa bentuknya apa saja, seperti tanam pohon Gaharu. Apalagi akan difasilitasi gedung sentra bisnis Gaharu, karena posisi 250 pengusaha Gaharu menjadi penopong ekonomi Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan start hari menjadi sentra investasi dalam bentuk apapun sesuai visi dan misi pengentasan kemiskinan untuk kesejahteraan masyarakat,”pungkas Aminuddin. (hud/syn)