Situbondo, Memox.co.id – Dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengentaskan stunting, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Situbondo, Jumaati Karna Suswandi, menggelar kampanye stunting di Kecamatan Kendit, Selasa (24/8/2021).
Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo menjelaskan, stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Hal itu disebabkan ibu hamil yang kekurangan asupan gizi, sehingga menyebabkan tumbuh kembang janin dan pertumbuhan awal anak terganggu.
“Faktor utamanya karena kekurangan gizi dalam waktu lama yang terjadi sejak di dalam kandungan, dan di awal tumbuh anak ¹atau di bawah usia dua tahun,” ujar Istri Bupati Situbondo Jumaati.
Jumaati mengaku, baru pertama kali ia bertemu ibu-ibu yang memiliki balita dengan kasus stunting. Karena sejak Bupati Karna Suswandi dilantik pada akhir Februari 2021, kegiatan PKK dibatasi.
“Bupati dilantik masih dalam masa pandemi. Jadi saya dan ibu-ibu PKK lainnya ruang geraknya dibatasi. Apalagi ada kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat untuk penanganan COVID-19,” terangnya.
Ia mengaku, jika kasus stunting di Situbondo menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya 26,74 persen, saat ini turun menjadi 12,8 persen atau sebanyak 4.190 Balita.
“Berdasarkan hasil bulan timbang pada Februari 2021, Kabupaten Situbondo mempunyai stunting 12,8 persen atau sebanyak 4.190 balita yang mengalami stunting,” ujarnya.
Jumaati menambahkan, pada kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan dari TP PKK berupa makanan tambahan bagi anak stunting. Melalui pemberian makanan tambahan (PMT) diharapkan dapat membantu dalam mengentaskan angka anak stunting di Kecamatan Kendit.
“Kepada seluruh unsur yang terlibat dalam program penanganan stunting dapat meningkatkan peran Posyandu terutama terkait tingkat kehadiran ke Posyandu, Kemudian terlibat dalam meng-edukasi tentang pola asuh anak, sosialisasi pentingnya pemberian gizi yang seimbang serta pemberian makanan tambahan (PMT) yang rutin,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Rina Widharnarini mengaku, kasus stunting di Situbondo terus mengalami penurunan. Pemantauan terhadap kasus stunting dilakukan melalui kegiatan Posyandu, termasuk pemantauan masalah kekurangan gizi. Di masa pandemi, Posyandu tetap dilakukan rutin dengan model kelompok kecil.
“Posyandu ini kan merupakan pelayanan kesehatan masyarakat yang sasarannya adalah bayi dan Balita. Ini adalah salah satu upaya kita untuk menurunkan masalah kekurangan gizi dan stunting,” tutupnya. (her/mzm)






