Beranda Peristiwa Jalur Alternatif Desa Kedungsumur Tak Tersentuh Pembangunan

Jalur Alternatif Desa Kedungsumur Tak Tersentuh Pembangunan

9
0
Jalur Alternatif Kedungsumur
TANPA PJU : Jalur penghubung antara Desa Kedungsumur dan Desa Tambakrejo, di tengah petuangan tanpa PJU. (gus)

Sidoarjo, Memox.co.id – Jalur penghubung antar desa yang berada di tengah petuangan antara Desa Kedungsumur dengan Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung gelap gulita. Karena sering terjadi Laka Lantas, warga berharap segera dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Pj. Kepala Desa Kedungsumur Lukman Shodiq melalui Sekretaris Desa Miftahul Huda mengatakan, kondisinya jalan penghubung itu memang gelap gulita. Sama sekali tidak ada lampu penerangan jalan umum, padahal warga dan pengguna jalan lainya sering melintas. Dikarenakan jarak tempuhnya lebih dekat, bilamana mereka yang beperpigian menuju kearah Krembung maupun ke arah Porong.

“Jalan itu ada dua jalur masing-masing berukuran 1 meter, dan khusus sepeda motor. Sedangkan di tengah ada juga terdapat saluran air menuju ke Desa Tambakrejo dari pintu dam Desa Kedungsumur sehingga mobil tidak mungkin melintas di jalan situ,” katanya, Selasa ( 15/09/2020) siang.

Sementara di samping dam pintu air ada jalan berukuran lebar 1,5 meter dan jaraknya hampir 1 kilometer. Pihak Pemerintah Desa Kedungsumur berupaya mengajukan program bantuan pembangunan, melalui proposal dan rapat usulan  Musrenbang namun hasilnya tidak ada realaisasinya. “Sudah puluhan tahun obyek itu diusulkan  namum  belum tersentuh  pembagunan,” terang Miftahul Huda.     

Menanggapi terjadi kecelakaan, Miftahul Huda menyatakan bahwa itu pasti sering terjadi kecelakaan pada pengendara. Apalagi kondisi jalan itu, masih berupa tanah. Belum lagi di musim penghujan dimungkinkan sulit untuk dilintasinya, karena becek dan bercampur lumpur. Untuk saat ini musim kemarau dapat dilintasinya, tetapi sebaliknya maka pengedara memilih jalan memutar meskipun jarak tempuhnya jauh.

Sebenarnya ada beberapa titik, yang belum tersentuh program bantuan pembangunan. Seperti halnya PJU, pavingisasi sepanjang 300 meter diarea pertanian, dan saluran tersier menuju sawah barat dam pintu air. Tanpa plengsengan dengan pajang 300 meter pada dua sisi.

“Kami berharap kepada instansi terkait di Kabupaten Sidoarjo, segera merealisasikan pengadaan program bantuan pembangunan. Agar warga dan pengguna jalan tidak lagi merasa kwatir dan was-was, “ pinta Miftahul Huda. (gus/ono)